Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Fasilitas Peringatan Tsunami di Serangan Diapresiasi Utusan PBB
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori mengatakan fasilitas sirine menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang ditempatkan di kawasan Serangan, Denpasar, Provinsi Bali.
Sistem tersebut diharapkan dapat mendorong aksi dini untuk keselamatan warga. Hal ini disampaikannya pada Sabtu (23/4).
Fasilitas lain yang ada di kawasan itu yaitu tempat evakuasi sementara (TES) dan rambu yang mengarahkan ke arah evakuasi. Mami mengapresiasi fasilitas yang ada sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS). Menurutnya, Indonesia terus mengupayakan untuk memperbaharui alat peringatan dini tsunami.
Selanjutnya, penjelasan mengenai sistem tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di hadapan Mami dan Deptui Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati.
Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini terdapat sembilan sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) yang dioperasikan oleh pemerintah daerah setempat. TEWS yang ada di Bali menjadi back-up system untuk Indonesia Tsunami Early Warning System atau INA-TEWS.
“Sampai saat ini kita terus kembangkam teknologi untuk alat peringatan dini tsunami sehingga kita siap menghadapi berbagai ancaman bencana dengan zero victim,” ujarnya di Serangan.
Sementara itu, Mami mengungkapkan bahwa kita selalu mengupayakan untuk memperbaharui dan memperkuat alat peringatan dini untuk melindungi negara, diharapkan dengan alat peringatan dini yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat.
Tentunya alat peringatan dini tidak akan efektif tanpa respons aktif masyarakat dalam menyikapi sinyal yang diberikan.
“Tanpa aksi, early warning system (EWS) menjadi tidak ada gunanya. Mari bersama kita tingkatkan kesadaran global dalam merespons sinyal EWS sehingga masyarakat dapat terlindungi dari ancaman bencana,” tambah Mami.
Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menunjukkan aplikasi inaRISK kepada Utusan Khusus PBB.
“Aplikasi ini bermanfaat untuk melihat potensi bahaya di sekitar kita,” ujar Raditya sambil memperagakan penggunaan aplikasi kepada Mami.
Tampak pada aplikasi tersebut, kawasan Serangan memilik potensi ancaman bahaya tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi.
Fasilitas TES yang ada di tengah pemukiman warga telah dibangun sejak 2015. TES ini memiliki empat lantai sebagai tempat evakuasi masyarakat setempat ketika terjadi ancaman tsunami.
Pada salah satu pembahasan substansi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), Indonesia akan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dalam pengurangan risiko bencana, salah satunya TEWS. Tentunya dalam hal ini, pemerintah Indonesia melalui BMKG turut memperkenalkan sistem peringatan dini yang melibatkan peran aktif masyarakat. (sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8323 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar