Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Gara-gara Pacari Janda, Seorang Duda Dikeroyok dan Ditikam Pakai Tombak
BERITABALI.COM, NTB.
Dua bersaudara AS alias Fandi (23 tahun) dan IM alias Andi (25 tahun) ditangkap anggota Polres Bima.
Keduanya menganiaya David Samiun (47 tahun) di Dusun Bante, Desa Tente Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (3/5). Dua pelaku diduga tak terima korban yang berstatus duda berpacaran dengan ibunya. Sehingga, mereka mengeroyok korban.
Kasubag Humas Polres Bima, IPTU Adib Widyaka membenarkan adanya penganiayaan tersebut. ”Saat ini pelaku AS dan IM telah diamankan di Polres," terangnya, Selasa (4/5).
Ceritanya, korban diketahui berpacaran dengan ibu para pelaku yang berstatus single parent atau janda. Kedua pelaku mendatangi korban dan langsung memukul berkali-kali sampai korban terjatuh di tanah.
Salah satu dari pelaku bahkan menikam korban menggunakan tombak. Setelah itu, para pelaku kabur. Sementara korban dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka-luka.
Penganiayaan itu memicu emosi keluarga korban. Mereka tidak terima dan mencari dua pelaku, namun tak berhasil menemukannya. Keluarga korban meluapkan amarahnya dengan merusak rumah para pelaku. Beruntung, anggota Polsek Woha berhasil menghalaunya.
"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, personel Polsek Woha mencari para pelaku dan berhasil menangkapnya,” ungkap Adib.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 769 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 697 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 381 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 328 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun