Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Geger Penjarahan Usai Kebakaran, Hawaii Seperti Medan Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kawasan Maui, Hawaii, makin terlihat bak medan perang usai geger warga melakukan penjarahan besar-besaran di tengah ketidakpastian akibat kebakaran hutan parah beberapa hari belakangan.
Penjarahan terjadi hampir tiap malam karena warga merasa frustrasi. Mereka kekurangan pasokan kebutuhan sehari-hari, sementara daerah mereka terisolasi.
Tim penyelamat sebenarnya membagikan bantuan air, makanan, dan obat-obatan. Namun, aliran bantuan itu tak merata.
Warga di tempat-tempat yang terisolasi pun mulai bergerak demi nyawa sendiri. Mereka menjarah dan merampok warga lainnya.
Ada polisi. Ada militer, tapi pada malam hari, orang-orang dirampok dengan todongan senjata," ujar seorang pemilik bar di kawasan Lahaina, Matt Robb, seperti dilansir Business Insider.
"Warga dirampok dan dijarah. Mereka datang ke rumah-rumah, tapi di siang hari semua biasa saja. Di mana bantuan itu? Saya rasa pemerintah dan pemimpin kami tak tahu bagaimana cara mengatasi ini atau apa yang harus dilakukan."
Di tengah kekacauan ini, warga hanya dapat menggantungkan harapan pada perusahaan dan sukarelawan yang menyalurkan bantuan ke berbagai penjuru Maui.
Namun lambat laun, para relawan juga gerah karena sangat sulit berkoordinasi dengan pihak berwenang.
"Sangat menarik melihat bagaimana ketika kalian membawa air atau produk bantuan lain untuk membantu warga, tapi malah diusir," ujar Robb, sebagaimana dikutip South China Morning Post.
"Saya rasa ada cara lebih baik untuk mengatur yang seharusnya dilakukan, tapi saya rasa semuanya dilakukan dengan tidak benar. Saya rasa masalahnya ada pada kepemimpinan dan pengetahuan bagaimana cara menangani ini."
Hawaii memang sedang kewalahan menangani dampak kebakaran hutan yang tak kunjung padam sejak pekan lalu. Kebakaran tersebut merembet dengan cepat karena angin yang dibawa Badai Dora.
Sebagian warga mengeluhkan sistem notifikasi bahaya yang tak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mereka tak punya cukup waktu untuk menghadapi dampak bencana.
Dampak kebakaran hutan itu pun sangat parah. Bangunan hangus rata dengan tanah, sementara warga pontang-panting mencari tempat berlindung.
Sejumlah warga dan pejabat bahkan menggambarkan suasana di kawasan Maui bak medan perang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4385 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1614 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1484 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 972 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 906 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun