Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Griya Agung Beraban Lahirkan Ida Bhawati Anyar, Ini Arahan PHDI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) terus melahirkan Sulinggih untuk melayani umat. Salah satunya dilakukan oleh Griya Agung Beraban yang kembali menggelar upacara Pawintenan Ida Bhawati.
Upacara tersebut dilakoni oleh Jero Mangku Wayan Sukadana bersama istri Jero Mangku Ni Wayan Siki Adnyani pada Selasa (15/3/2022) di Griya Agung Beraban, Denpasar Barat. Keduanya kini telah dinobatkan menjadi Ida Bhawati Pasek.
Ketua panitia penyelenggara Pawintenan Bhawati, Nyoman Kenak menuturkan upacara ini dalam rangka tradisi Nyambung Rah, yaitu mengikuti jejak sang orang tua yang telah menjadi seorang sulinggih.
"Seorang sulinggih di Pasemetonan MGPSSR wajib menjalani tahap Bhawati atau anak-anaking pandita. Secara niskala, kini calon Sulinggih telah masuk ke rahim nabe, yang nantinya akan lahir menjadi sulinggih melalui upacara Apod Gala Dwijati," terangnya. 
Di tengah pandemi, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan diawasi oleh Satgas Desa Dauh Puri Kauh. Tamu juga dibatasi, dan diimbau untuk semua hadirin menggunakan masker tanpa kecuali.
"Kami apresiasi juga para sulinggih yang tetap taat prokes. Selalu disiplin mengenakan masker. Ini menjadi contoh bagi umat," ujar Kenak.
Terkait pengawasan prokes, Ketua Satgas Covid 19 Desa Dauh Puri Kauh I Gusti Made Suandhi menilai penerapan prokes di lingkungan relatif disiplin. Itu ditandai tambahan kasus baru yang mendekat nol.
Dia berharap masyarakat yang akan menggelar upacara adat tetap mematuhi prokes, dengan menyediakan sarana prokes yang cukup.
"Semoga tidak terjadi lagi lonjakan kasus melalui aktivitas adat," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. I Ngurah Sudiana turut memberi apresiasi kepada kedua Ida Bhawati Pasek yang bersedia menempuh dunia kependetaan.
Dia mendukung lahirnya sulinggih dari berbagai pesemetonan di Bali, termasuk dari MGPSSR. Menurutnya Bali masih memerlukan banyak sulinggih untuk melayani umat, baik dalam pelaksanaan upacara agama hingga Dharma wacana.
"Titiang kagum sekali dengan Semeton MGPSSR sampun memiliki Ida Bharmana kurang lebih 300," ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi upacara berlangsung dengan mengedepankan prokes. Upacara ini dipimpin oleh empat sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Sinuhun Siwa Putri Prama Dhaksa Manuaba sebagai Nabe Saksi. Ida Pandita Mpu Nabe Dharmika Tanaya sebagai Nabe Saksi.
Ida Pandita Mpu Nabe Dhaksa Mertayoga sebagai Nabe Tapak. Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pamuteran sebagai Nabe Waktra. Dan Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Budha Dhaksa Dharmita.
Upacara ini digelar bersamaan dengan piodalan di Merajan Agung Griya Agung Beraban. Persiapan terkait upakara dan upacara telah dipersiapkan sejak sebulan sebelumnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8326 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5755 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3600 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar