Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Gunung Agung Alami Erupsi 39 Detik
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Gunung Agung mengalami erupsi selama 39 Detik pada 17 Maret 2019 sekitar pukul 08.03 Wita. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah Timur dengan tinggi 500 m di atasi puncak.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Agung KESDM, Badan Geologi, PVMBG disebutkan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5 mm. Saat ini Gunung Agung berada pada satatus level III atau siaga.
Dengan status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan diminta agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona bahaya. Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.
Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 351 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 302 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun