Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Gus Dark Hadirkan "Propaganda Positif" tentang Bali di Selandia Baru
BERITABALI.COM, DUNIA.
SCAPE Public Art secara resmi mempersembahkan seniman asal Bali, Gus Dark, sebagai salah satu Season Artist untuk SCAPE Public Art Season 2025 yang mengusung tema kuratorial “The Limits of Language”.
Musim pameran seni publik ini akan berlangsung di tautahi Christchurch, Selandia Baru pada 7 November 2025 hingga 1 Februari 2026, menghadirkan karya-karya yang menantang batas ekspresi visual dan verbal.
Sebagai seniman Bali yang dikenal dengan gaya satiris dan puitis, Gus menyajikan kritik visual terhadap bagaimana surga, kebenaran, dan propaganda dikonstruksi dan dijual kepada dunia modern. Melalui karyanya, ia mengajak publik melihat ulang narasi besar yang sering membungkus realitas sosial dan lingkungan.
“The Limits of Language,” yang dikurasi oleh Tyson Campbell, mengundang para seniman internasional mengeksplorasi bagaimana gagasan dapat bergerak melampaui kata-kata. Tema ini menekankan seni publik sebagai ruang pertemuan antara komunikasi, koneksi, dan ekspresi yang tak selalu dapat dijelaskan secara verbal.
SCAPE Public Art Executive Director, Rachel Jefferies mengatakan bahwa program tahun ini akan meninggalkan jejak kuat di seluruh kota. “The limits of language adalah tentang saat ketika kata-kata tak lagi cukup — dan bagaimana seni hadir untuk menjembatani kekosongan itu. Para seniman tahun ini membawa beragam perspektif yang akan menyalakan percakapan baru di jalan-jalan dan ruang publik tautahi Christchurch.”
Gus pun mengamini kedalaman tema tersebut. “Karya saya dimulai ketika kata-kata berhenti bekerja,” ungkapnya.
“Saya menggunakan gambar untuk bicara tentang hal-hal yang sulit dijelaskan — benturan antara alam dan industri, antara keyakinan dan bertahan hidup, antara hening dan bising. Datang dari Bali, saya melihat bagaimana surga sering dikemas untuk dunia, sementara manusia dan tanahnya menanggung harga dari citra itu.”
Dengan pendekatan yang ia sebut sebagai “propaganda positif”, Gus menghadirkan humor, ironi, dan keindahan sebagai cara untuk membuka mata publik terhadap kenyataan yang sering tertutupi. Baginya, seni adalah cara menerjemahkan kisah-kisah yang tak terucapkan.
“Tema The Limits of Language sangat dekat dengan apa yang saya lakukan. Kata bisa dimanipulasi atau diabaikan, tapi gambar bisa menembus pertahanan. Bagi saya, seni adalah cara menerjemahkan kisah-kisah yang tak terucapkan.”

Melalui perpaduan simbol, mitos, dan objek keseharian, karya-karya Gus mengajak publik berhenti sejenak — tertawa, lalu berpikir — untuk melihat kembali apa yang diucapkan, apa yang disembunyikan, dan apa yang tak bisa diungkapkan sama sekali.
Karya Gus Dark yang Ditampilkan di SCAPE Public Art Season 2025:
- Water Crisis (2024)
- Just Keep Smile (You’re on cam) (2024)
- Home Invasion (2023)
- Where do we go from here? (2024)
- Spiritual Influencer (Ubudian) (2023)
- Freedom of Press – Utopia (2025)
Support Local Artists (2028)
Returning the Goddess of Prosperity (2025)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang