Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Habis Nyontreng, Diperciki Tirta
Tuwed
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kebiasaan baik yang dilakukan oleh warga Banjar Puseh, Tuwed, Melaya layak ditiru oleh seluruh khalayak di negeri ini. Pasalnya, seluruh warga banjar tersebut, utamanya yang umat Hindu, diwajibkan menerima percikan tirta dari seorang pemangku (pendeta) yang telah menunggu di pintu keluar Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pemandangan berbeda ini terpotret di TPS 2 yang berlokasi di Balai Banjar Puseh, Tuwed, Melaya, Rabu (8/7) saat gelaran pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) dilaksanakan. Kedatangan para pemilih mulai mengalir sejak TPS tersebut dibuka pukul 08.00 setelah sebelumnya dilakukan prosesi penyumpahan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) oleh Ketua KPPS.
Setelah semua proses pendahuluan selesai, para pemilih mulai dipanggil satu persatu untuk menyalurkan hak politiknya. Usai memberikan suaranya, pemilih langsung menuju pintu keluar setelah sebelumnya mencelupkan jarinya ke dalam cairan tinta sebagai pertanda sudah menyalurkan suaranya.
Setibanya di pintu keluar, pemilih langsung menuju ke seorang pemangku yang telah berdiri menunggunya sambil memegang sangku (tempat tirta,red). Kemudian pemangku tersebut memercikkan tirta yang dipegangnya kepada pemilih yang telah menyalurkan hak pilihnya itu.
Nengah Suartana, salah seorang anggota KPPS di TPS tersebut mengungkapkan kebiasaan diperciki tirta sehabis menyalurkan hak pilih ini sudah ada sejak lama dan berlaku tidak hanya untuk gelaran Pilpres saja.
“Kebiasaan seperti itu rutin dilakukan setiap ada pemilihan baik Pilkadus (Pemilihan Kepala Dusun) sampai Pilpres kebiasaan ini sudah ada,” terangnya.
Menurut Suartana, kebiasaan yang dilakukan oleh dua banjar dari empat banjar yang ada di Desa Tuwed, yakni Banjar Taman dan Banjar Puseh ini dimaksudkan untuk memohon agar setiap gelaran pemilihan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. “Juga dimaksudkan untuk mohon keselamatan,” imbuhnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan