Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Hama Gayas Dibenci Petani Tapi Diburu untuk Santapan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gayas bagi para petani di wilayah Abang, Karangasem merupakan salah satu hama yang keberadaanya cukup sulit untuk dikendalikan.
Hama Gayas merupakan hama yang kerap menyerang tanaman ladang seperti ketela, ubi dan pepaya. Gayas biasanya menyerang bagian akar tanaman dan menyerap nutrisinya hingga tanaman tersebut layu dan mati mengering.
Saking sulitnya dikendalikan, sejumlah warga kemudian memiliki inisiatif untuk memburu hama Gayas tersebut. Rupanya, disamping merugikan petani, hama gayas ini bisa diolah untuk dimakan.
Bahkan tak sedikit warga yang menyukainya hingga mengolahnya menjadi berbegai jenis masakan.
Nengah Adi Suda Dharma misalnya, warga Desa Abang Kelod, Kecamatan Abang, Karangasem ini mengaku sangat menyukai olahan hama gayas tersebut.
Gayas bisa diolah menjadi beberapa jenis masakan, seperti misalnya Gayas bumbu nyatnyat, gayas bumbu santan hingga urutan gayas dan masih banyak olahan lainnya sesuai dengan selera masing - masing warga.
"Rasanya enak, tergantung cara memasaknya, tapi jangan berlebihan karena bisa bikin masalah pencernaan, kalo saya suka yang bumbu nyat nyat," kata Suda Darma, Kamis (14/4/2022).
Menurutnya, saat musim peralihan cuaca seperti saat ini merupakan waktu dimana gayas mulai naik menyerang tanaman warga. Apalagi sempat turun hujan, itulah waktu yang tepat juga untuk berburu Gayas karena pada saat itu kondisi tanah menjadi gembur dan gayas akan naik ke permukaan tanah.
"Waktu yang pas berburu gayas ketika sempat turun hujan kemudian besoknya cerah, pasti gayas ini naik ke permukaan tanah," ujarnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4290 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1449 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 949 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 880 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 771 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun