Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Hama Tikus Masih Menghantui Petani di Penarungan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Faktor cuaca disebut tidak terlalu mempengaruhi panen padi menjelang akhir bulan April namun serangan hama tikus dalam koloni kecil yang menjadi kendala, khususnya dalam upaya memaksimalkan hasil panen padi di areal persawahan.
Salah satu Petani yang juga angota Subak Guming, Desa Penarungan, Mengwi, Badung, Ketut Blek mangatakan memang hama tikus masih ada menyerang, tetapi tidak terlalu masif. Meski demikian kondisi tersebut tetap mengganggu pertumbuhan pohon padi di lahan Pertanian.
"Musim panen padi saat ini tidak begitu terkendala cuaca. Akan tetapi, hama tikus terlihat masih ada meyerang hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak," jelasnya, Sabtu (23/4) di Badung.
Hama-hama tikus biasanya menyerang tanaman padi saat pagi dan siang hari.
"Tikus-tikus biasanya menyerang bagian batang pohon Padi biasanya berumur, 40 hari sampai 60 hari," ujarnya.
Melihat jumlah maupun serangan hama tikus yang tidak terlalu masif, maka upaya penanganan tidak terlalu ekstra dilakukan.
"Kami tidak melakukan langkah- langkah pengusiran mengingat jumlahnya sedikit jadi, tidak begitu mengganggu sekali. Tidak seperti, 6 bulan lalu serangan hama-hama tikus begitu masifnya," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4541 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun