Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Harga Perak Melonjak, Perajin di Celuk Terpukul
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kenaikan harga logam mulia kembali menekan sektor kerajinan tradisional di Bali. Setelah emas melonjak tajam, harga perak kini ikut meroket hingga lebih dari 600 persen dan menembus kisaran Rp700.000 per gram. Kondisi ini berdampak serius bagi ribuan perajin perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Sentra kerajinan perak yang selama puluhan tahun menjadi denyut ekonomi warga kini tampak lengang. Banyak perajin terpaksa menghentikan produksi karena tidak mampu menanggung tingginya biaya bahan baku.
“Kami sering mengalami situasi seperti ini, tapi tidak separah sekarang,” ujar Ketua Celuk Design Centre (CDC), Made Megayasa, Kamis (29/1/2026).
Megayasa menilai kondisi tersebut terasa ironis, lantaran terjadi saat perajin muda Celuk mulai bangkit pasca pengakuan Indikasi Geografis (IG) terhadap kerajinan perak setempat.
Kenaikan harga perak mulai dirasakan sejak Oktober 2025 dan telah berlangsung sekitar empat bulan. Dalam rentang waktu itu, sebagian perajin memilih menahan produksi sambil menunggu harga stabil, sementara lainnya mencoba bertahan dengan berbagai inovasi.
“Beberapa perajin mulai mengolah bahan perhiasan selain perak, ada juga yang terpaksa menaikkan harga jual beberapa kali untuk menyesuaikan dengan harga bahan baku,” kata Megayasa.
Namun, upaya tersebut belum mampu menyelamatkan seluruh perajin. Lonjakan harga jual produk membuat daya beli konsumen menurun, terutama dari pasar ekspor dan wisatawan. Pesanan yang merosot tajam membuat sejumlah perajin memilih berhenti bekerja sementara.
Meski harga perak disebut belum sepenuhnya menyentuh Rp700.000 per gram seperti kekhawatiran yang beredar, tren kenaikan yang terus berlangsung tetap memicu kecemasan. Jika kondisi ini berlanjut, keberlangsungan kerajinan perak Celuk yang menjadi identitas budaya sekaligus sumber penghidupan masyarakat setempat dikhawatirkan semakin terancam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan