Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Harta Karun Yang Dicari Jokowi Ternyata Ada di Lumpur Lapindo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia memiliki 'harta karun' yang berlimpah, salah satunya harta karun berupa sumber daya mineral. Nah yang terbaru, rupanya di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur, terdapat kandungan mineral kritis yakni Lithium dan juga Stronsium.
Lithium adalah mineral kritis yang bisa menjadi. bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik. Sementara Stronsium adalah bahan baku industri elektronik.
Seperti yang diketahui, bahwa Lithium saat ini sedang dicari-cari oleh pemerintah khususnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam perhelatan perhelatan KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sempat merayu Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese untuk bekerja sama memproduksi baterai mobil listrik di Indonesia. Jokowi meminta Albanese untuk langsung membawa Lithium-nya ke Indonesia.
"Saya hanya menawarkan kepada PM Anthony Albanese. Kita (Indonesia) punya nikel, kalau digabung itu bisa jadi baterai mobil listrik. Saya minta kepada PM Albanese untuk Lithiumnya bisa dibawa ke Indonesia. Kita bersama-sama melakukan hilirisasi di Indonesia," kata Jokowi dalam acara B20 Summit Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).
Bak gayung bersambut, ternyata keinginan Jokowi mencari Lithium itu tak perlu sampai ke Australia, tapi di Indonesia sendiri ternyata ada. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuktikan bahwa terdapat kandungan mineral logam kritis yakni Lithium dan Stronsium.
Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM, Hariyanto menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan pendahuluan pada tahun 2020 di daerah bagian selatan Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Di tahun 2022 ini kita tidak lanjuti dengan melakukan penyelidikan pendahulan di daerah sisi utara Lumpur Lapindo, Sidoarjo," ungkap Heriyanto.
Saat ini, kata Hariyanto, temuan Lithium dan Stronsium yang ada di Lumpur Lapindo itu sedang dilakukan pengujian ekstraksi oleh mitra di Kementerian ESDM tepatnya di balai besar pengujian mineral dan batu bara atau TEKMIRA. Tak hanya itu, ada juga kerjasama dalam hal pengujian dan eksplorasi serta ekstraksi atas Lithium dan Stronsium tersebut.
Dari catatannya Badan Geologi, kandungan Lithium di Lumpur Lapindo, Sidoarjo itu kadarnya mencapai 99 - 280 PPM sementara untuk Stronsium kadarnya mencapai 255 - 650 PPM. "Nah ini terus kami update datanya karena untuk tahun 2022 masih dalam analisis dilaboratirum kami," ungkap Heriyanto.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2185 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2050 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1520 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1407 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli