Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Hasil Pemetaan Udara: 600 Hektare Terdampak Banjir Bandang di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak banjir bandang yang terjadi di Jembrana menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah adalah Desa Penyaringan dan kelurahan Tegal Cangkring yang berada di sepanjang daerah aliran sungai Biluk Poh.
Pemetaan udara oleh Gerakan Gerakan Fly for Humanity bekerja sama dengan Pusat Riset Teknologi Penerbangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, BPBD Provinsi Bali serta dihadiri langsung Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Selasa ( 1/11), telah dihasilkan peta dampak kerusakan.
Penanggulangan bencana yang dilakukan adalah pemetaan udara daerah terdampak banjir bandang dengan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan istilah drone. Dari hasil foto drone, diestimasikan luasan areal yang terdampak banjir bandang itu mencapai 600 hektare.
“Kita gunakan drone dengan resolusi tinggi, serta foto dan video untuk arsip kebencanaan disepanjang sungai biluk poh. Foto udara dari hulu kehilir sampai dibanjar terakhir Biiluk Poh. Dengan dua kali terbang menggunakan fixed wing UAV, tim ini berhasil memetakan area terdampak banjir bandang seluas 600 hektar,“ kata Septian Firmansyah satu penggagas gerakan Fly for Humanity ditemui Rabu (2/11/2022).
Hasil pemetaan ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan analisis dampak banjir bandang, membantu tim respon bencana dalam melakukan aksi yang tepat. Selain itu digunakan untuk mitigasi bencana.
“Pemetaan dampak banjir bandang ini diharapkan dapat membantu tim respon dalam melakukan aksi yang tepat, terukur, serta harapan kami juga dapat menjadi dokumentasi kebencanaan, dan tentunya dapat menjadi landasan upaya pengurangan risiko bencana kedepannya,” ujarnya.
Sementara Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan dari hasil foto udara pemerintah daerah memiliki gambaran pasca bencana. Artinya, kedepan pemerintah bersama jajaran telah memilki langkah strategis penanggulangan banjir dari data yang dimiliki .
“Data ini dapat digunakan untuk perencanaan dan penaggulangan bencana. Jadi kita bergerak berbasis data,“ tutup wabup yang juga ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jembrana.
Sebelumnya cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Kabupaten Jembrana (17/10/2022). Banjir itu menerjang sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jembrana. Berdasarkan informasi dari BPBD Bali, banjir melanda sejumlah desa di 4 kecamatan, menyebabkan banyak hunian warga yang rusak, serta menghanyutkan warga yang terseret arus banjir.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1425 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1081 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 925 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 818 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik