Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Hilangkan Diskriminasi Terhadap Penyintas Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha melihat sampai saat ini masih ada stigma negatif terhadap penyintas Covid-19. PAdahal mereka sudah benar-benar sembuh dari paparan virus SARS CoV 2.
Selam delapan bulan berkutat dengan pandemi ini, semestinya masyarakat sudah memahami dan mengetahui tentang potensi penularan dan cara pencegahan.
“Kalau sudah sembuh tidak mungkin menular, jadi seharusnya mereka bisa beraktivitas sosial secara biasa, cuma tetap dengan protokol kesehatan. Tidak boleh ada diskriminasi karena melemahkan upaya untuk mengatasi wabah secara umum sebetulnya,” jelasnya.
Selama delapan bulan berkutat dengan pencegahan virus corona ini, masyarakat sudah waktunya tumbuh secara bersinergi dan saling memahami.
Arya menegaskan, yang terpenting menumbuhkan sikap waspada dan mengerti diantara warga. Protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan bail, dan mengerti terhadap mereka yang terjangkit ataupun yang sudah sembuh dengan tidak melakukan diskriminasi.
Karena budaya masyarakat dan lingkungan akan mempengaruhi psikologi. Dan lebih luas lagi bahwa penanganan kesembuhan harus lebih baik penanganannya tanpa direcoki dengan kasus diskrimnasi atau stigma buruk terhadap epnyintas Covid-19.
“Harusnya ke arah pertumbuhan yang positif lah. Mengerti situasi dan cara mencegahnya, tidak lagi takut,” ujarnya. [nov]
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4307 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 778 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun