Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Hutan Bambu di Penglipuran Terbakar, 2.000 Meter Persegi Hangus
BERITABALI.COM, BANGLI.
Peristiwa kebakaran melanda hutan bambu di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, seluas 2.000 meter persegi pada Selasa (29/8).
Dari informasi yang dihimpun, api mulai menyebar sekitar pukul 15.01 WITA. Penyebab dari kebakaran tersebut belum diketahui.
"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa kepada wartawan.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Penglipuran Wayan Agustina ke BPBD Kabupaten Bangli. BPBD menerjunkan 10 personel dan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan setelah penyemprotan air ke area hutan selama 1 jam 40 menit oleh personel BPBD. Dalam peristiwa ini, tak ada korban jiwa.
Sementara itu, Agus mengimbau masyarakat setempat mengurangi aktivitas pembakaran di area hutan mencegah peristiwa yang sama kembali terjadi.
"Berkenaan cuaca cukup terik dalam akhir-akhir ini, preventif di musim kemarau untuk mencegah terjadinya Karhutla terutama di hutan Kintamani, setidaknya bisa diimbau para petani penggarap agar mengurangi aktivitas pembakaran di lahan pertanian," katanya. (sumber: kumparan)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3045 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2078 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun