Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Investor Kawakan Indonesia Ingatkan Investasi Bukan Spekulasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lo Kheng Hong, investor kawakan tanah air kembali mengingatkan investor untuk cermat saat investasi. Hal ini merujuk pada prinsip Lo Kheng Hong, investasi bukanlah spekulasi.
Artinya, dalam investasi mesti dilandasi dengan pengetahuan mumpuni mengenai seluk beluk instrumen yang menjadi pilihan investasinya. Sebaliknya, spekulasi secara garis besar dimaknai Lo Kheng Hong sebagai ketidaktahuan investor atas apa yang dimilikinya.
“Kalau kita investasi artinya kita tahu apa yang kita miliki. Sedangkan kalau spekulasi artinya kita tidak tahu apa yang kita miliki,” kata Lo dalam diskusi Virtual Panin Sekuritas, Sabtu (31/7/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Sebagai gambaran, untuk investasi, investor perlu untuk mengetahui fundamental perusahaan yang diincarnya. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan perusahaan. Hal ini meliputi pendapatan dan laba perseroan, apakah mencatatkan laba atau malah merugi. Dari sisi utang dan piutang juga penting untuk diperhatikan, karena akan menyangkut kinerja perusahaan ke depan.
Untuk yang satu ini, investor benar-benar harus cermat untuk memindai apakah ada kejanggalan atau tidak dalam laporan keuangan perusahaan.
"Ada perusahaannya yang utangnya nol kasnya ada Rp 2,4 triliun. Ada juga yang aneh, ada perusahaan yang penjualannya cash tapi ada piutang ratusan miliar, siapa yang utang?” Lo Kheng Hong mengumpamakan.
Selain itu, tak kalah penting mengetahui latar belakang dan kinerja manajemen perusahaan. Hal itu untuk memastikan perusahaan dikelola oleh orang yang tepat, sehingga meminimalkan risiko kerugian pada masa mendatang.
"Kalau investasi ada banyak hal yang harus diketahui. Misalnya manajemennya seperti apa, apakah pemilik atau eksekutif perusahaan itu adalah orang-orang yang jujur, berintegritas. Atau orang yang tidak jujur yang suka ambil uang perusahaan untuk memperkaya dirinya," beber Lo.
"Jadi kita harus tahu semuanya,” imbuh Lo.
"Kalau kita beli yang kita tahu, itu kita sedang investasi. Tapi kalau tidak tahu apa yang kita beli, hanya berdasarkan saran dari teman atau dengar tukang pom pom atau influencer, kita tidak tahu apa yang kita beli, kita sedang berspekulasi,” ulang Lo Kheng Hong menegaskan.
Lo Kheng Hong menyebutkan praktek spekulatif lainnya termasuk trading. "Seorang trader pun itu bukan investasi, itu spekulasi. Kalau beli saham yang valuasinya mahal dengan harapan bisa jual lebih mahal lagi, itu juga spekulasi, buka investasi,” pungkas dia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun