Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Jadi Calon Sekda Kota Mataram Versi Situs, Nyoman Suwandiasa: Itu Lucu-lucuan
BERITABALI.COM, NTB.
Pemkot Mataram digegerkan dengan beredarnya poling atau jajak pendapat tentang calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram. Poling calon sekda ini beredar sejak Jumat (9/12) mulai pukul 13.39 WITA melalui situs polingkita.com.
Sampai Selasa siang (13/12), poling sudah menerima 1.538 suara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa masih mendapat poling terbanyak dengan 503 suara atau 32,7 persen.
Kepala Diskominfo Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa yang sebelumnya akan menelusuri pembuat poling calon sekda mengaku kesulitan untuk menelusuri pembuat poling tersebut.
"Itu poling merupakan aplikasi umum yang setiap orang bisa bikin sehingga sulit melacak yang buat. Itu juga bukan poling resmi, jangan dianggap serius," katanya.
Ada delapan opsi atau pejabat Kota Mataram yang dipilih dalam poling tersebut. Antara lain, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Asisten II Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahhman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), I Nyoman Suwandiasa, Kasatpol PP Irwan Rahadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Nazarudin Fikir, Kepala Dukcapil, H Amran M Amin dan Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati.
Setelah poling tersebut beredar dan diakses warga, Pemkot Mataram mengeluarkan pengumuman resmi bahwa poling calon Sekda tersebut bukan dikeluarkan oleh Pemkot Mataram.
"Poling itu bukan dari pemkot, pemilihan sekda itu ada regulasi dan mekanismenya tersendiri. Poling itu kebanyakan di politik, mungkin ini untuk melihat elektabilitas personal," ujar Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baiq Evi Ganevia, dikutip radar lombok.
Jabatan Sekda Kota Mataram memang menjadi perhatian mengingat Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito akan pensiun Maret 2023 mendatang. Calon sekda tengah ramai dibicarakan dengan munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat. Opini itu semakin geger setelah beredarnya poling calon Sekda Kota Mataram.
"Sekda dipilih, bukan berdasarkan poling. Untuk sekda kita tetap mengacu pada regulasi yang ada. Seperti Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Nomor 15 tahun 2019 tentang tata cara pengisian jabatan tinggi secara kompetitif dan terbuka di lingkungan instansi pemerintah," terang Evi.
Karena itu, pemkot menyikapi santai beredarnya poling calon sekda ini dan akan menelusuri pihak yang melakukan poling tersebut.
"Mungkin ini untuk seru-seruan saja, nanti tugasnya kominfo itu yang menelusuri siapa yang buat," ungkapnya.
Sampai Selasa siang (13/12), poling sudah menerima 1.538 suara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa masih mendapat poling terbanyak dengan 503 suara atau 32,7 persen.
Berikutnya di posisi kedua Inspektur Inspektorat, Baiq Nelly Kusumawati dengan 316 suara atau 20,5 persen. Selanjutnya Kasatpol PP, Irwan Rahadi di posisi ketiga dengan 265 suara atau 17,2 persen. Tempat keempat diduduki Kepala Dukcapil, H Amran M Amin dengan 237 suara atau 15,4 persen.
Selanjutnya Lalu Martawang dengan 78 suara atau 5,1 persen di posisi kelima. Lalu Alwan Basri dengan raihan polling keenam dengan 65 suara atau 4,2 persen. Posisi ketujuh Kepala Dinas PUPR, Miftahurrahman dengan 39 suara atau 2,5 persen. Kepala Dinas Perkim, Nazarudin Fikri di posisi buncit dari 8 nama pejabat yang dibisa5 dipilih di poling tersebut dengan 35 suara atau 2,3 persen.
Kepala Diskominfo Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, poling calon sekda tersebut bukan dari Pemkot Mataram.
"Bukan, itu lucu-lucuan tidak tahu siapa yang buat," katanya.
Dia mengaku kaget dan miris namanya dipilih paling banyak di poling calon Sekda. Apalagi dirinya belum memenuhi syarat untuk maju di pemilihan sekda melalui proses lelang jabatan atau pansel. Karena salah satu syaratnya, calon sekda minimal sudah menduduki dua kali menjabat kepala OPD.
"Saya belum memenuhi syarat gimana mau maju. Mekanisme pemilihan sekda kata dia sudah ada regulasinya, sekda juga bukan jabatan politik. Aturannya sangat jelas tentang tata cara dan mekanisme pemilihan jabatan sekda. Mohon itu tidak dianggap serius," terangnya.
Pemkot Mataram juga belum mengetahui pihak yang membuat poling calon sekda. Diskominfo memastikan tengah menelusuri pembuat ataupun pihak dibalik munculnya poling calon sekda Kota Mataram itu.
"Saya sudah perintahkan staf saya untuk melihat siapa pembuat link itu, kita ingin tahu apa motivasi dan sebagainya. Yang jelas bukan kegiatan resmi dari Pemkot Mataram, kita ingin tahu siap yang pertama kali upload ini," tegasnya.
Nyoman khawatir jika tidak dihentikan, poling tersebut bisa melebar dan jadi pembahasan masyarakat luas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak serius melihat hasil poling calon sekda tersebut karena jabatan sekda sudah ada mekanisme yang mengatur.
"Pemilihan sekda itu hak prerogratif wali kota atau kepala daerah," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3844 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1790 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang