Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Jualan di Pinggir Jalan, Pedagang Liar di Ubud Ditertibkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pedagang kecil menjamur berjualan di pinggir jalan raya Ubud. Situasi pedagang liar tersebut tentunya mengganggu kenyamanan perjalanan kaki dan juga pemandangan di Ubud.
Padahal, sudah ada Pasar Ubud untuk menjual kebutuhan-kebutuhan wisatawan. Maka dari itu, demi ketertiban, petugas gabungan dari unsur Satpol PP, pecalang hingga Babinsa Ubud turun ke lapangan melakukan penertiban terhadap pedagang liar.
Babinsa Kelurahan Ubud Pelda I Ketut Ady Siswanta menyatakan tindakan yang dilakukan mendata pedagang dan mengamankan dagangan serta alat dagang berupa timbangan.
Selanjutnya pedagang diminta ke Kantor Satpol PP. untuk diberikan pembinaan. "Dengan maksud dan tujuan penertiban agar pedagang berjualan pada tempat yang sudah diizinkan sehingga tidak menggangu pejalan kaki dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Ubud," ujar dia, Sabtu (30/9/2023).
Babinsa Pelda I Ketut Ady Siswanta menegaskan bahwa pelaksanaan penertiban pedagang yang berjualan di trotoar jalan secara humanis.
"Dimana pedagang yang terjaring dalam penertiban akan diberikan pengertian dan pengarahan untuk berdagang di tempat yang sudah disediakan sehingga tidak mengganggu pejalan kaki dan wisatawan yang berkunjung ke Ubud," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 532 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 474 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun