Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Kadis Takut Cairkan Anggaran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya galaknya KPK dan kejaksaan belakangan ini melakukan penelusuran kemungkinan adanya kasus korupsi di berbagai instansi di negeri ini membawa dampak yang kurang baik terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana. Para pejabat tersebut ketakutan untuk mencairkan sisa anggaran proyek kendatipun hal tersebut tidak mengakibatkan berbuah pelanggaran.
Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika ditemui Jumat (19/12) mengungkapkan di Jembrana proyek pembangunan gedung Puskesmas Mendoyo menyisakan anggaran hingga Rp. 50 juta namun di sisi lain bangunan tersebut belum dilengkapi dengan terali dan korden.
"Sebagai contoh ada sisa anggaran Rp 50 juta bersumber dari efisiensi DAK (Dana Alokasi Khusus) Kesehatan pembangunan Puskemas Mendoyo tidak berani dicairkan untuk digunakan padahal bangunan tersebut belum dilengkapi dengan korden dan terali," terang Winasa.
Namun, kata Winasa, kadis tidak berani mencairkannya untuk melengkapi bangunan tersebut dengan terali dan korden karena pemborong bangunan puskesmas dinilai tidak memiliki spesialisasi korden dan terali. "Menurut saya, sisa anggaran bisa digunakan untuk dibelikan korden atau terali karena keduanya merupakan satu paket dengan pembangunan gedung tersebut," terang Winasa.
Winasa juga menambahkan DAK yang dikucurkan pemerintah pusat ini tidak bisa dikembalikan sehingga pihaknya menyarankan agar sisa anggaran tersebut digunakan untuk melengkapi bangunan gedung tersebut. "Kalau gedung tanpa terali dan korden artinya tidak akan bisa digunakan," ujar Winasa.
Winasa tidak menginginkan kalau bangunan tersebut tidak digunakan gara-gara belum dilengkapi dengan korden dan terali. "Kalau menunggu biar dilengkapi korden dan terali berarti bangunan tersebut baru bisa digunakan setahun kemudian. Nah, kalau tidak digunakan cukup lama bangunan tersebut dikhawatirkan akan rusak. Masa nunggu korden harus satu tahun lagi, ini kan tidak efisien," ujar Winasa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1253 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 970 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 801 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 730 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik