Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kadis Takut Cairkan Anggaran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya galaknya KPK dan kejaksaan belakangan ini melakukan penelusuran kemungkinan adanya kasus korupsi di berbagai instansi di negeri ini membawa dampak yang kurang baik terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana. Para pejabat tersebut ketakutan untuk mencairkan sisa anggaran proyek kendatipun hal tersebut tidak mengakibatkan berbuah pelanggaran.
Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika ditemui Jumat (19/12) mengungkapkan di Jembrana proyek pembangunan gedung Puskesmas Mendoyo menyisakan anggaran hingga Rp. 50 juta namun di sisi lain bangunan tersebut belum dilengkapi dengan terali dan korden.
"Sebagai contoh ada sisa anggaran Rp 50 juta bersumber dari efisiensi DAK (Dana Alokasi Khusus) Kesehatan pembangunan Puskemas Mendoyo tidak berani dicairkan untuk digunakan padahal bangunan tersebut belum dilengkapi dengan korden dan terali," terang Winasa.
Namun, kata Winasa, kadis tidak berani mencairkannya untuk melengkapi bangunan tersebut dengan terali dan korden karena pemborong bangunan puskesmas dinilai tidak memiliki spesialisasi korden dan terali. "Menurut saya, sisa anggaran bisa digunakan untuk dibelikan korden atau terali karena keduanya merupakan satu paket dengan pembangunan gedung tersebut," terang Winasa.
Winasa juga menambahkan DAK yang dikucurkan pemerintah pusat ini tidak bisa dikembalikan sehingga pihaknya menyarankan agar sisa anggaran tersebut digunakan untuk melengkapi bangunan gedung tersebut. "Kalau gedung tanpa terali dan korden artinya tidak akan bisa digunakan," ujar Winasa.
Winasa tidak menginginkan kalau bangunan tersebut tidak digunakan gara-gara belum dilengkapi dengan korden dan terali. "Kalau menunggu biar dilengkapi korden dan terali berarti bangunan tersebut baru bisa digunakan setahun kemudian. Nah, kalau tidak digunakan cukup lama bangunan tersebut dikhawatirkan akan rusak. Masa nunggu korden harus satu tahun lagi, ini kan tidak efisien," ujar Winasa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan