Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Karangasem Terancam Darurat Guru 2027, Butuh Bantuan Pusat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ancaman krisis tenaga pendidik di Kabupaten Karangasem kian nyata. Jika pemerintah pusat tidak segera mengambil langkah konkret, daerah ini dipastikan memasuki kondisi darurat kekurangan guru mulai tahun 2027.
Dinas Pendidikan Karangasem memprediksi lonjakan angka pensiun guru dalam beberapa tahun ke depan menjadi faktor utama semakin menipisnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengungkapkan bahwa kekurangan guru sebenarnya sudah berlangsung lama, namun kini semakin terasa seiring meningkatnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun.
“Karangasem dari tahun ke tahun memang kekurangan guru. Sekarang ini sedang tinggi-tingginya guru yang pensiun, sehingga kekurangan guru semakin terasa,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum mampu menjadi solusi karena tidak menambah jumlah tenaga pengajar secara signifikan.
“PPPK itu bukan penambahan guru, melainkan perubahan status dari tenaga kontrak menjadi PPPK. Jadi tidak berdampak besar terhadap jumlah guru yang ada,” jelasnya.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa intervensi pemerintah pusat, Karangasem diperkirakan akan mengalami kekurangan sekitar 1.500 guru pada periode 2027 hingga 2028.
“Kalau tidak ada kebijakan dari pusat, 2027 kita sudah masuk darurat guru. Kekurangannya bisa mencapai 1.500 orang. Ini angka yang sangat besar,” tegasnya.
Budiadnyana menambahkan, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan dalam pengangkatan CPNS, sehingga sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Meski usulan kebutuhan guru telah disampaikan ke Kementerian PAN-RB, hingga kini belum ada kepastian terkait formasi yang akan dibuka.
“Kami sudah mengusulkan, tetapi keputusan tetap di pusat. Sementara di daerah, kami juga tidak bisa lagi mengangkat tenaga kontrak,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Karangasem mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanpa dukungan kebijakan nasional, upaya tersebut belum cukup untuk menutup kekurangan yang ada.
“Kalau kekurangan guru terus terjadi, tentu akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan di Karangasem,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1974 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun