Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kasus DBD Melonjak di Karangasem, Ini Upaya Dinkes
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kasus DBD di Karangasem terus mengalami lonjakan. Bahkan menjelang akhir bulan keempat di tahun 2022 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem setidaknya telah mencatat sebanyak 281 kasus DBD di Karangasem.
Jumlah kasus tersebut berasal dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Karangasem dengan jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah Kelurahan Karangasem sebanyak 72 kasus dan Subagan sebanyak 26 kasus disusul Desa Tianyar sebanyak 20 kasus.
Melihat angka kasus tersebut, kasus DBD tahun 2022 di Karangasem ini bisa dikatakan melonjak cukup tajam jika dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada tahun 2021.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, pada tahun 2021, terhitung dari bulan Januari hingga Desember jumlah kasus DBD sebanyak 185 kasus, dimana puncak kasus tertinggi terjadi pada bulan Desember sebanyak 32 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi membenarkan bahwa terjadi lonjakan kasus DBD di Karangasem. Ditanya kapan perkiraan puncak kasus DBD, Putra Pertama mengaku tidak bisa memprediksinya karena cuaca di Karangasem tak menentu.
"Harusnya bulan-bulan ini sudah mulai menurun, namun karena cuaca, sekarang terik matahari kemudian hujan membuat nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang biak sehingga sulit memperkirakan kapan puncak atau kasus mulau menurun, " ujar Putra Pertama.
Untuk mengantisipasi penyebaran lebih banyak, Dinkes Karangasem terus berupaya untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging dan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan upaya 3M menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas serta abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk.
"Jangan sampai ada genangan, begitu hujan jatuh jentik pasti menetas, lalu terjadi kasus, itu yang kita temukan, sehingga kuncinya adalah pemberantasan sarang nyamuk, tebar bubuk abate dan 3 M," tandas Putra Pertama.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4307 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 778 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun