Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Kawasan Bukit Jati Gianyar Seolah Tak Terurus dan Dilupakan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kawasan Bukit Jati di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar pernah eksis dulu. Tempat yang sejuk, hijau dan asri ini biasa jadi tempat istirahat siang sejumlah warga yang kebetulan melintas.
Tapi kini, kondisinya tak terurus seolah dilupakan. Daun kering yang jatuh dari ranting pohon, dibiarkan tertumpuk di tanah. Masyarakat pun enggan mampir melihat suasana Bukit Jati yang kini terkesan seram.
Pada sisi timur bahkan kondisinya sangat parah, selain sampah dedaunan juga terdapat sampah plastik di areal gazebo (bale bengong). Disamping itu atap gazebo juga sudah rontok termasuk tempat duduknya yang sudah lepas.
Selain dua gazebo yang kondisinya memprihatinkan tersebut, terdapat juga Balai Serba Guna Bukit Jati. Kondisinya juga mirip seperti gazebo yang berada di atas. Hanya areal parkir nampaknya bersih, walau tamanisasinya tidak menunjukkan sebuah taman. Kondisi ini mendapat perhatian warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.
"Ini (Bukit Jati) memang tidak terurus dari dulu. Dari dulu juga begini-begini saja," jelas seorang warga Gianyar yang enggan dikorankan.
Dikatakannya, bila melintas di kawasan tersebut di malam hari, kondisinya menyeramkan, mengingat lampu penerangan jalan mati. Selain itu, akses tersebut kondisinya tidak bagus, terkadang ada kerikil di tengah jalan sehingga membahayakan pengendara motor.
"Mestinya tempat ini dikelola, tinggal penataan taman dan perbaikan bangunan," harapnya.
Disamping itu, menurut warga ini, bila balai serga guna ditata dan dirawat dengan baik, maka Pemkab Gianyar bisa memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan formal dan non formal.
"Ya sayang saja kondisinya begini dari dulu. Saya prihatin. Kalau memang tidak dikelola lebih baik dijadikan hutan saja," kritik warga ini.
Dikonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan mengakui kondisi Taman Wisata Remaja Bukit Jati kondisi seperti itu.
"Ya, ada atapnya yang sudah mau jatuh, dan bangunan lain yang mengalami kerusakan," jelasnya Kamis (22/10).
Walau demikian, Dinas Pariwisata berusaha melakukan perbaikan terhadap kawasan tersebut.
"Di anggaran induk 2021 kita pasang anggaran, nanti untuk perbaikan atap," jelas AA Putrawan.
Minimnya anggaran di Tahun 2021 nanti, akibat pandemi covid-19, sehingga anggaran diusahakan untuk perbaikan atap saja.
"Ya, nanti kita perbaiki dan lakukan penataan. Namun tidak bisa sekaligus," jelasnya.
Obyek wisata tersebut memikiki luas sekitar 4 hektar, yang saat ini banyak tumbuh pohon perindang, kondisinya hijau dan sejuk.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1071 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 413 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun