Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Kelulusan SMP Jembrana Hampir Sempurna, Hanya Satu Siswa Tidak Lulus
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hasil kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jembrana tahun ajaran 2025/2026 mencatat capaian yang nyaris sempurna. Dari total 3.586 siswa yang mengikuti proses penentuan kelulusan, sebanyak 3.585 siswa dinyatakan lulus, sementara satu siswa tidak memenuhi persyaratan kelulusan.
Data tersebut menunjukkan tingkat kelulusan SMP di Kabupaten Jembrana mencapai hampir 100 persen. Satu-satunya siswa yang tidak lulus berasal dari SMP Negeri 4 Mendoyo.
Keputusan tidak meluluskan siswa tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan evaluasi menyeluruh dan mempertimbangkan hasil rapat dewan guru. Siswa bersangkutan diketahui tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih tiga bulan berturut-turut.
Baca juga:
Tingkat Kelulusan PPG Undiksha Capai 98 Persen, Cetak Guru Profesional dari Sabang hingga Merauke
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa status tidak lulus diberikan karena siswa tidak memenuhi kriteria akademik yang menjadi syarat kelulusan.
Selama periode ketidakhadirannya, siswa tersebut tidak mengikuti berbagai tahapan evaluasi pendidikan, mulai dari ujian sekolah, Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga asesmen sumatif. Selain itu, siswa juga tidak memiliki nilai pada seluruh mata pelajaran karena tidak menyelesaikan proses pembelajaran yang diwajibkan.
"Karena tidak mengikuti pembelajaran dan seluruh rangkaian evaluasi, maka siswa tersebut tidak memenuhi kriteria akademik yang menjadi dasar kelulusan," jelas Anom saat ditemui di kantornya.
Menurut Anom, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan pendekatan agar siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar. Guru bersama petugas Disdikpora bahkan sempat mendatangi rumah siswa untuk mencari solusi dan memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi.
Dari hasil komunikasi dengan keluarga, diketahui bahwa siswa tersebut tidak memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur formal. Keluarga justru berharap anaknya dapat mengikuti pendidikan nonformal.
Disdikpora juga mengungkapkan bahwa persoalan kehadiran siswa tersebut bukan baru terjadi saat duduk di bangku kelas akhir. Ketika masih bersekolah di SMP Negeri 2 Mendoyo, siswa yang bersangkutan juga kerap tidak mengikuti kegiatan pembelajaran.
Karena merasa tertinggal dari teman-temannya, siswa tersebut kemudian mengajukan perpindahan ke SMP Negeri 4 Mendoyo. Namun setelah berpindah sekolah, kondisi serupa kembali terjadi sehingga proses pembelajaran tidak dapat dijalani secara optimal.
Berbagai langkah pembinaan telah dilakukan dengan melibatkan keluarga. Akan tetapi, hingga kini belum terlihat perubahan yang signifikan. Bahkan saat melakukan kunjungan ke rumah, pihak sekolah beberapa kali mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan siswa tersebut.
Disdikpora Jembrana juga sempat menerima informasi bahwa siswa bersangkutan diduga sudah bekerja. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Disdikpora berkomitmen membantu siswa tersebut agar tetap memperoleh akses pendidikan melalui jalur nonformal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan sesuai kondisi dan pilihan yang disepakati bersama keluarga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli