Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Kembang Api Finss Beach Club Menyala Saat Umat Gelar Upacara, Polda Bali: Miskomunikasi
beritabali/ist/Kembang Api Finss Beach Club Menyala Saat Umat Gelar Upacara, Polda Bali: Miskomunikasi.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Finss Beach Club dituding telah menodai intoleransi yang selama ini dibangun di lokasi wisata Kabupaten Badung. Betapa tidak, di tengah umat Hindu di Banjar Tegal Gundul menggelar upacara Mendak Dewata Dewati di Pantai Berawa, pada Minggu 13 Oktober 2024 sekitar pukul 19.00 WITA.
Tiba-tiba saja Finss Beach Club melepaskan kembang api berskala besar hingga mengganggu jalanya upacara tersebut.
Beberapa politikus dan para tokoh di Bali menyesalkan tindakan Finss Beach Club selaku tempat hiburan wisata tersebut. Mulai dari Anggota DPD RI Dapil Bali Niluh Djelantik dan Arya Weda Karna, politikus dan pengacara Gede Pasek Suardika, Calon Gubernur Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah, hingga Pemprov Bali telah buka suara terkait hal itu. Tindakan Finns Beach Club dinilai telah melecehkan agama Hindu di Bali.
Menyikapi hal itu, Polda Bali pun angkat bicara. Melalui Kabid Humas Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan bahwa kembang api yang meletup saat ada upacara agama Hindu terjadi karena miskomunikasi saja. Miskomunikasi ini terjadi antar kedua belah pihak.
"Ya, ini hanya miskomunikasi saja antara Kelian Tegal Gundul dengan manajemen Finns Beach Club," bebernya ke awak media, pada Kamis 17 Oktober 2024.
Mantan Kapolresta Denpasar itu menuturkan bahwa manajemen Finns Beach Club tidak mengetahui adanya upacara yang digelar oleh umat Hindu dari warga Banjar Tegal Gundul yakni upacara Mendak Dewata Dewati.
"Sementara, pesta kembang api itu menyala antara pukul 18.55-19.00 WITA, dan dioperasikan dengan sistem tombol," ungkapnya.
Kombes Jansen menerangkan, izin penggunaan kembang api sudah lengkap dan diterbitkan oleh Ditintelkam Polda Bali.
"Ini rutin tiap hari, biasanya jika ada upacara keagamaan, mereka tunda (nyalakan kembang api) yang biasa pukul 18.00-20.00 WITA, mungkin ya selesai upacara dulu, saat itu mereka saling tidak mengetahui," imbuhnya.
Kombes Jansen kembali menambahkan bahwa terkait masalah ini, Polda Bali melalui Polres Badung telah melakukan mediasi terhadap pemilik Finss Beach Club dan masyarakat yang melaksanakan upacara tersebut.
Bahkan, Polisi juga sudah memberikan imbauan agar dalam melaksanakan kegiatan tetap memperhatikan lingkungan dan adat istiadat setempat.
"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kedepannya. Masyarakat juga diharapkan tidak terprovokasi oleh masalah ini," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4878 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3419 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2135 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 854 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan