Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Kendaraan di Gilimanuk Terjebak Macet Hingga 5 Jam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ribuan kendaraan berjenis mobil pribadi dan truk terjebak macet hingga 5 jam akibat antrean penyeberangan di Gilimanuk sejak Kamis (28/4/2022).
Antrean panjang kendaraan tersebut terus berlanjut hingga keesokan harinya. Untuk mengendalikan lalu lintas petugas melakukan rekayasa jalur dengan mengarahkan bus dan kendaraan travel dari jalur utama Denpasar-Gilimanuk ke area parkir dermaga LCM.
Adapun pemudik yang mengendarai sepeda motor diarahkan masuk ke jalan kampung di Gang I, sementara mobil pribadi masuk ke Gang II dan III di Kelurahan Gilimanuk.
Hingga Kamis malam, antrean kendaraan jenis mobil pribadi dan truk sudah sampai di depan Pasar Gilimanuk, atau sekitar 1,5 kilometer dari pelabuhan.
Seorang sopir truk bernama Anto mengaku sudah antre selama lima jam, setelah mengirim barang ke Denpasar dan hendak kembali ke Jawa.
Ia mengatakan banyak sopir truk lain yang terjebak macet di Gilimanuk, karena setelah menurunkan barang di Denpasar langsung kembali ke Jawa, setelah ada aturan mereka dilarang beroperasi sementara.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Hasan Lessy mengakui arus mudik meningkat drastis sejak Kamis malam, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Sabtu (30/4).
"Jika cara itu tidak berhasil mempercepat antrean, kami akan menambah armada kapal atau mengerahkan kapal dengan kapasitas angkut yang besar," katanya.
Hingga Jumat pukul 08.00 Wita terdata 45.944 orang pemudik menyeberang ke Jawa lewat Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 9.266 unit, mobil pribadi 3.727 unit serta pick up, bus, travel dan truk 2.273 unit. (sumber:Antara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli