Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Keponakan Tebas Paman dengan Pedang
Nusa Penida
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Aksi kekerasan oleh keponakan terhadap pamannya terjadi di Banjar Pangkung Gede, Desa Batu Madeg Nusa Penida. Keponakan nekat ini menebas pamannya dengan pedang. Akibat ulahnya ini, ibu jari kiri sang paman hampir putus.
Peristiwa ini bermula dari Putu Suratna 20 tahun (keponakan korban) pulang ke desanya untuk upacara piodalan di pura paibon atau keluarga, tepat pada hari Saraswati, hari Sabtu lalu.
Setibanya di rumah, Putu langsung datang ke Paibon untuk berdana punia atau memberi sumbangan. Kepada pamannya yang juga pemangku di paibon, Nyoman Jaya Purusa (46) diserahkan sejumlah uang untuk berdana punia.
Sambil bergurau, pamannya mengatakan bahwa uang yang akan disumbangkan itu tanggung. Putu Suratna yang tidak mengerti dengan kata-kata pamannya saat itu langsung bertanya apa maksud dari kata-kata pamannya itu.
Dengan sebilah pedang yang diambil dari rumahnya, Putu Suratna kembali mendatangi pamannya dan langsung menebaskan pedang tersebut. Secara refleks pedang tersebut ditangkis dan hanya mengenai ibu jari dari korban.
Nyoman Jaya Purusa baru melaporkan tersangka ke Polsek Nusa Penida pada Senin (9/6).
Menurut keterangan Kapolsek Nusa Penida, Iptu Nyoman Suana, keluarga kedua belah pihak sebelumnya memang sudah ada konflik berkepanjangan. Untuk sementara, Putu Suratna masih diamankan di Polsek Nusa Penida guna penyidikan lebih lanjut. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 421 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 364 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 354 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang