Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kesan Mistis dan Damainya Taman Pecampuhan Sala di Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kabupaten Bangli, Bali, terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan berbagai destinasi wisata menarik, tak terkecuali wisata spiritual yang mempesona.
Salah satu tempat yang sedang naik daun adalah Taman Pecampuhan Sala, yang terletak di Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli.
Taman Pecampuhan Sala dikenal dengan Pura Beji yang memiliki daya tarik spiritual dan keindahan alam yang luar biasa. Pura ini merupakan salah satu tempat melukat, ritual penyucian diri yang sudah menjadi bagian dari budaya Bali. Pengelolaan tempat ini telah dilakukan dengan baik oleh masyarakat setempat, menjadikannya destinasi yang nyaman dan menyenangkan untuk para pengunjung.
Baca juga:
Warga Binaan Lapas Narkotika Bangli Melukat
Selain memiliki sumber air yang jernih, Taman Pecampuhan Sala juga dikelilingi oleh dua aliran sungai yang bertemu di lokasi ini, menciptakan fenomena alami yang memukau. Tak hanya itu, suasana sekitar yang asri, sejuk, dan tenang, serta kehadiran air terjun menambah pesona tempat ini. Tidak heran jika tempat ini menjadi primadona bagi masyarakat lokal yang ingin melakukan penglukatan.
.jpg)
Menurut informasi, tidak hanya wisatawan lokal, para wisatawan asing juga mulai berdatangan untuk mengunjungi tempat ini. Dalam sehari, pengunjung yang datang bisa mencapai lima hingga seratus orang.
Taman Pecampuhan Sala memiliki sembilan belas pancoran yang digunakan untuk melukat, yang terbagi menjadi dua area, di bagian atas dan bawah di sekitar aliran sungai. Selain itu, terdapat dua air terjun yang ada di dua aliran sungai yang saling bertemu, menciptakan campuhan yang memberikan kesan mistis dan damai.
Dari sebuah tempat yang sederhana, Taman Pecampuhan Sala kini berkembang menjadi destinasi wisata spiritual yang sangat menarik. I Wayan Subagia, Bendesa Desa Adat Sala, menyatakan bahwa dengan potensi yang dimiliki, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menjaga kelestarian tempat ini.
"Kedepannya, kami akan terus mengemas dan mengembangkan destinasi wisata spiritual ini dengan tetap menjaga kesucian pura dan alam sekitar, sehingga diharapkan dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujar I Wayan Subagia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5894 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4623 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2591 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2233 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2208 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan