Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ketemu Pemkab, Tetap Buntu
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:44 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah menikmati jamuan makan siang, perwakilan pedagang, asongan dan ojek meneruskan perjuangannya dengan menemui sejumlah pejabat di Pemkab Jembrana. Sayangnya, pertemuan tersebut masih belum menemukan solusi alias buntu.
Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, perwakilan pedagang, asongan dan ojek mendatangi Kantor Pemkab Jembrana dengan diantar oleh Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan sejumlah anggotanya.
Mereka mengutus 6 orang perwakilan untuk bertemu dengan Wabup, I Putu Artha, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Dandim 1617/Jembrana, Letkol. Inf. Arief M. Adji, Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Suinaya menyampaikan kalau dirinya sudah menemui Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban. Inti dari hasil pertemuan itu, kata Suinaya, ASDP meminta Pemkab Jembrana menyiapkan tempat untuk menampung mereka dan sudah dipenuhi dengan menyiapkan 19 kios di parkir manuver yang bisa digunakan berjualan secara gratis.
Sementara Suinaya juga menawarkan solusi lain dengan meningkatkan status Terminal Gilimanuk dari tipe B menjadi tipe A. -uKalau tipe A itu kan terminal antar kota antar propinsi. Nanti akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya,- terangnya.
Atas solusi ini, Suinaya tidak berani janji lantaran kebijakan penaikkan status terminal ada pada pemerintah pusat. Solusi lainnya, kata Suinaya, Pemkab sudah menyedikan dana yang bisa dimanfaatkan, misalnya dana bergulir atau menyetop kendaraan di manuver sebelum masuk pelabuhan.
-uNanti diatur berapa yang dibutuhkan kapal agar sekian yang dimasukkan ke pelabuhan,- ujarnya. Wabup Putu Artha menambahkan karena pelabuhan internasional itu merupakan prioritas ASDP, maka sementara ini solusi Pemkab agar dilaksanakan dulu.
Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana juga menawarkan solusi agar penumpang yang dari Jawa turun di terminal baru namun untuk meneruskan perjalanannya harus naik angkutan di terminal lama, sehingga ojek bisa mendapat pemasukan. Sementara penumpang yang akan menyeberang turun di terminal Gilimanuk yang letaknya persis di depan pelabuhan.
-uSaya kira dengan solusi ini ojek bisa hidup, sementara pedagang di manuver bisa mendapat pemasukan dengan mengatur kendaran yang masuk pelabuhan, kita siap untuk membantu mengatur dan mengamankannya,- ujar Kapolres.
Berbagai solusi yang ditawarkan rupanya belum bisa diterima. Mereka menilai solusi-solusi tersebut bagus dalam tataran teori namun kenyataan di lapangan tidak ada artinya.
-uSolusi itu secara teori bagus tapi kenyataanya tidak seperti itu, bapak-bapak boleh lihat berapa penumpang yang turun untuk belanja,- ujar Gampang.
Yoni, perwakilan ojek, mengaku belum siap untuk diberikan dana untuk berusaha lain di luar ojek. Yoni menginginkan agar tujuan pembangunan Terminal Gilimanuk sebagai terminal transit pariwisata benar-benar difungsikan dengan menambah sarana yang memadai, sementara untuk penumpang umum dikembalikan ke terminal lama sehingga ojek bisa hidup. Pertemuan akhirnya diakhiri lantaran tidak dihadiri pihak ASDP sehingga tidak ada solusi yang disepakati. (dey)
Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, perwakilan pedagang, asongan dan ojek mendatangi Kantor Pemkab Jembrana dengan diantar oleh Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan sejumlah anggotanya.
Mereka mengutus 6 orang perwakilan untuk bertemu dengan Wabup, I Putu Artha, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Dandim 1617/Jembrana, Letkol. Inf. Arief M. Adji, Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Suinaya menyampaikan kalau dirinya sudah menemui Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban. Inti dari hasil pertemuan itu, kata Suinaya, ASDP meminta Pemkab Jembrana menyiapkan tempat untuk menampung mereka dan sudah dipenuhi dengan menyiapkan 19 kios di parkir manuver yang bisa digunakan berjualan secara gratis.
Sementara Suinaya juga menawarkan solusi lain dengan meningkatkan status Terminal Gilimanuk dari tipe B menjadi tipe A. -uKalau tipe A itu kan terminal antar kota antar propinsi. Nanti akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya,- terangnya.
Atas solusi ini, Suinaya tidak berani janji lantaran kebijakan penaikkan status terminal ada pada pemerintah pusat. Solusi lainnya, kata Suinaya, Pemkab sudah menyedikan dana yang bisa dimanfaatkan, misalnya dana bergulir atau menyetop kendaraan di manuver sebelum masuk pelabuhan.
-uNanti diatur berapa yang dibutuhkan kapal agar sekian yang dimasukkan ke pelabuhan,- ujarnya. Wabup Putu Artha menambahkan karena pelabuhan internasional itu merupakan prioritas ASDP, maka sementara ini solusi Pemkab agar dilaksanakan dulu.
Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana juga menawarkan solusi agar penumpang yang dari Jawa turun di terminal baru namun untuk meneruskan perjalanannya harus naik angkutan di terminal lama, sehingga ojek bisa mendapat pemasukan. Sementara penumpang yang akan menyeberang turun di terminal Gilimanuk yang letaknya persis di depan pelabuhan.
-uSaya kira dengan solusi ini ojek bisa hidup, sementara pedagang di manuver bisa mendapat pemasukan dengan mengatur kendaran yang masuk pelabuhan, kita siap untuk membantu mengatur dan mengamankannya,- ujar Kapolres.
Berbagai solusi yang ditawarkan rupanya belum bisa diterima. Mereka menilai solusi-solusi tersebut bagus dalam tataran teori namun kenyataan di lapangan tidak ada artinya.
-uSolusi itu secara teori bagus tapi kenyataanya tidak seperti itu, bapak-bapak boleh lihat berapa penumpang yang turun untuk belanja,- ujar Gampang.
Yoni, perwakilan ojek, mengaku belum siap untuk diberikan dana untuk berusaha lain di luar ojek. Yoni menginginkan agar tujuan pembangunan Terminal Gilimanuk sebagai terminal transit pariwisata benar-benar difungsikan dengan menambah sarana yang memadai, sementara untuk penumpang umum dikembalikan ke terminal lama sehingga ojek bisa hidup. Pertemuan akhirnya diakhiri lantaran tidak dihadiri pihak ASDP sehingga tidak ada solusi yang disepakati. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4663 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026