Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Kisah Pekak Kicen, Lansia Hidup Sebatang Kara Hanya Andalkan Bantuan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di Banjar Suwat Kaja, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar hidup seorang kakek atau pekak bernama pekak Kicen. Di usia menginjak 80 tahun, dia hidup sebatang kara dengan kondisi yang sudah renta.
Kakek ditinggal meninggal dunia oleh istrinya. Sedangkan, dia tidak punya anak. “Saya tidak punya anak. Dulu kerja ke sawah,” ujar dia.
Dengan usia senja, pekak tidak mampu menjadi petani di sawah. Ditambah sakit-sakitan tidak bisa jalan karena rematik. Sebagai petani, tidak banyak uang yang diperoleh Kicen.
Saat ini sekadar makan sehari-hari pekak Kicen mengandalkan bantuan pemerintah dan juga kebaikan para tetangganya yang bisa memberikan sedikit. Baik itu berupa beras maupun makanan.
Dia sama sekali tidak bisa beraktivitas, hanya bisa diam di rumah beliau yang sangat sederhana. “Saya masak sendiri. Makanan kadang yang membawakan, kasih beras, telur,” ujarnya.
Dia berterima kasih atas kepedulian para kerabat yang rela menyisihkan sedikit untuk keperluannya sehari-hari. “Terima kasih sudah dibantu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 591 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 465 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan