Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
KMP Mutiara Berkah Sarat Penumpang Terbakar di Dermaga Cilegon
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Berkah 1 terbakar di Dermaga Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Peristiwa itu terjadi Rabu siang, sekitar pukul 11.00 WIB.
Basarnas Banten mendapatkan informasi terbakarnya kapal tersebut sekitar pukul 10.50 WIB. Mereka pun menerjunkan tim ke lokasi.
"Dapet info kapal terbakar KMP Mutiara sekitar jam 10.50 WIB, kita gerakin tim," uja Kasie Ops Basarnas Banten Hairu Amier saat dihubungi, Rabu (6/9).
Ia mengatakan kapal yang terbakar tersebut berisikan penumpang.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Basarnas, kapal tersebut sedang menaikkan penumpang untuk bersandar di Pelabuhan Panjang, Lampung. Namun informasi tersebut belum dikroscek oleh tim Basarnas Banten, karena mereka masih fokus menyelamatkan penumpang yang ada di dalam kapal.
"Ada penumpangnya. Mau ke Panjang, info awal, belum kroscek lagi, karena masih evakuasi penumpang," terangnya.
Pemadaman dilakukan menggunakan tugboat atau kapal tunda, serta melibatkan mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Cilegon dan perusahaan yang ada di dekat Dermaga Indah Kiyat. Hingga berita ini diketik, proses pemadaman dan evakuasi penumpang masih dilakukan tim SAR gabungan.
"Masih proses pemadaman. Kita nurunin satu tim, ada Damkar, KSOP, dan lain-lain," jelasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1851 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1686 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1258 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1119 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah