Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Koming Gantung Diri di Hari Pagerwesi
Banjar Jawa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga di Jalan Bayusutha II Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Rabu (11/6) bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi dikejutkan dengan aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Nyoman Wastika alias Koming (35) di sebuah gubuk, akibat himpitan dan tekanan ekonomi.
“Korban ini ditemukan telah meninggal dunia tergantung pada bambu lambang gubuk di pekarangan rumah menggunakan tali plastik warna hijau, dari hasil pemeriksaan sementara keluarga dan temannya, korban sempat mengeluh tentang keadaan ekonomi saat ini, sehingga korban diduga nekat gantung diri akibat tekanan ekonomi,” ungkap Kapolsektif Kota Singaraja, AKP. Putu Juen di lokasi peristiwa.
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), secara tidak langsung memicu meningkatnya angka bunuh diri di Buleleng. Sedikitnya, sudah dua nyawa manusia yang meninggal dunia akibat bunuh diri, pasca kenaikan BBM tanggal 23 Mei 2008 lalu yang disebabkan tekanan ekonomi.
Berdasarkan hasil olah lokasi peristiwa dengan pemeriksaan medis dan pemeriksaan saksi, korban tewas, murni akibat gantung diri.
”Berdasarkan pemeriksaan dokter Puskesmas Singaraja, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan pada tubuh korban kecuali luka jeratan pada leher,” ujar Juen.
Aksi nekat gantung diri yang dilakukan Nyoman Wastika alias Koming diketahui pertama kali oleh ibu kandungnya, Ketut Sukanantri (58) saat akan melakukan persembahyangan Hari Raya Pagerwesi. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 796 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik