Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Kondisi Museum Purbakala Memprihatinkan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lengang dan sepi itulah gambaran keberadaan Museum Manusia Purbakala yang terletak di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Melaya, padahal museum ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi.
Dari data pengunjung, diketahui sejak awal 2012 hingga sekarang, hanya kalangan pelajar yang mendominasi kunjungan. Sedangkan untuk pengunjung umum masih sepi. Tercatat hanya 13 pengunjung umum yang berkunjung ke museum tersebut, tiga diantaranya tamu asing yang datang untuk melakukan penelitian bulan Maret lalu. Sementara 10 pengunjung umum sisanya adalah tamu domestik yang diketahui hanya sekedar mampir.
Dari kalangan pelajar tercatat 169 pengunjung mulai dari tingkat SD, SMP dan SLTA. Disamping itu kondisi ruangan tempat penyimpanan benda purbakala tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan peralatan. Bahkan museum ini tidak memiliki mes untuk karyawannya, sehingga petugas museum yang kebetulan asal luar Jembrana terpaksa harus tidur di dalam museum dengan menggelar tikar seadanya.
Disisi lain halaman museum yang cukup luas juga kondisinya sangat memprihatinkan, sampah berserakan. Rumput terlihat tinggi karena tidak pernah dipotong. Hal ini bisa terjadi lantaran hanya ada lima orang yang bertugas di museum tersebut. Kondisi ini diakui oleh Koordinator Museum, I Gede Bagus Ketut Ari Susila.
Menurutnya sejak museum tersebut diresmikan pada tahun 1994, kondisinya selalu seperti itu. Jumblah pengunjung umum masih minim hingga sekarang ini. Lain halnya dengan pertengahan semester sekolah dan akhir semester, para pengunjung dari kalangan sekolah bisanya berbondong-bondong untuk datang mengunjungi museum. Itupun himbauan dari Kabupaten. Mulai dari TK sampai SMA menjelang kenaikan dan jika ada kegiatan kemah, pasti selalu dianjurkan untuk datang ke sini, ucapnya.
Ari menjelaskan, tamu asing juga jarang datang untuk mengunjungi museum. Beberapa tamu yang datang paling datang untuk melakukan penelitian. Sedangkan para pengunjung umum, hanya datang karena sekedar lewat. Apalagi menurutnya, letak museum memang agak tersembunyi. Menurutnya saat ini museum dalam taraf promosi. Namun tahap promosi inipun bisa dikatakan lumpuh. Pasalnya, pihak museum hendak mempromosikan keberadaan museum tersebut lewat web, namun kenyataan komputerpun tidak ada. “ jangankan komputer, brosur tentang museum saja tidak ada.” Pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli