Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kondisi Museum Purbakala Memprihatinkan

Rabu, 11 April 2012, 20:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Lengang dan sepi itulah gambaran keberadaan Museum Manusia Purbakala yang terletak di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Melaya, padahal museum ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Dari data pengunjung, diketahui sejak awal 2012 hingga sekarang, hanya kalangan pelajar yang mendominasi kunjungan. Sedangkan untuk pengunjung umum masih sepi. Tercatat hanya 13 pengunjung umum yang berkunjung ke museum tersebut, tiga diantaranya tamu asing yang datang untuk melakukan penelitian bulan Maret lalu. Sementara 10 pengunjung umum sisanya adalah tamu domestik yang diketahui hanya sekedar mampir.

Dari kalangan pelajar tercatat 169 pengunjung mulai dari tingkat SD, SMP dan SLTA. Disamping itu kondisi ruangan tempat penyimpanan benda purbakala tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan peralatan. Bahkan museum ini tidak memiliki mes untuk karyawannya, sehingga petugas museum yang kebetulan asal luar Jembrana terpaksa harus tidur di dalam museum dengan menggelar tikar seadanya.

Disisi lain halaman museum yang cukup luas juga kondisinya sangat memprihatinkan, sampah berserakan. Rumput terlihat tinggi karena tidak pernah dipotong. Hal ini bisa terjadi lantaran hanya ada lima orang yang bertugas di museum tersebut. Kondisi ini diakui oleh Koordinator Museum, I Gede Bagus Ketut Ari Susila.

Menurutnya sejak museum tersebut diresmikan pada tahun 1994, kondisinya selalu seperti itu. Jumblah pengunjung umum masih minim hingga sekarang ini. Lain halnya dengan pertengahan semester sekolah dan akhir semester, para pengunjung dari kalangan sekolah bisanya berbondong-bondong untuk datang mengunjungi museum. Itupun himbauan dari Kabupaten. Mulai dari TK sampai SMA menjelang kenaikan dan jika ada kegiatan kemah, pasti selalu dianjurkan untuk datang ke sini,  ucapnya.

Ari menjelaskan, tamu asing juga jarang datang untuk mengunjungi museum. Beberapa tamu yang datang paling datang untuk melakukan penelitian. Sedangkan para pengunjung umum, hanya datang karena sekedar lewat. Apalagi menurutnya, letak museum memang agak tersembunyi. Menurutnya saat ini museum dalam taraf promosi. Namun tahap promosi inipun bisa dikatakan lumpuh. Pasalnya, pihak museum hendak mempromosikan keberadaan museum tersebut lewat web, namun kenyataan komputerpun tidak ada. “ jangankan komputer, brosur tentang museum saja tidak ada.” Pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami