Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konferensi MASTIC 2026 di Bali Bahas Keselamatan Maritim, ITS Hibahkan "GPS Laut" untuk Klungkung

Jumat, 24 Juli 2026, 11:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Konferensi MASTIC 2026 di Bali Bahas Keselamatan Maritim, ITS Hibahkan "GPS Laut" untuk Klungkung.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Keselamatan maritim, keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan laut menjadi fokus pembahasan dalam 5th Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Hotel Kuta Paradiso, Kabupaten Badung, Bali.

Konferensi internasional yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini mengusung tema "Cutting Edge Technology and Sciences for Enhancing Maritime Safety, Security, Health and Environment".

Kegiatan dibuka Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster MM didampingi Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng serta Ketua Panitia Dr. I Manik Sukanegara ST MSc, Kamis (23/7/2026).

MASTIC merupakan konferensi internasional bidang keselamatan maritim yang diinisiasi Laboratorium Keandalan dan Keselamatan Kapal bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (PUI KEKAL) ITS. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, hasil riset, serta inovasi teknologi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.

Konferensi menghadirkan tiga keynote speaker, yakni Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala SKK Migas Dr. Djoko Siswanto, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Kemendikbudristek Prof. Dr. I Ketut Adnyana, serta pakar maritim ITS Prof. Dr. Ketut Buda Artana ST MSc.

Sebanyak 100 makalah ilmiah dipresentasikan dalam konferensi ini, disertai dua workshop yang membahas Abandonment and Site Restoration (ASR) serta Smart Navigation for Ship Traffic Safety.

ITS Hibahkan "GPS Laut" untuk Klungkung

Salah satu agenda penting MASTIC 2026 adalah penyerahan hibah perangkat lunak Automatic Identification System (AIS) atau yang diibaratkan sebagai "GPS laut" kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Hibah diserahkan Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Dr. Ir. Setyo Nugroho, kepada Bupati Klungkung I Made Satria. Selain Klungkung, hibah serupa juga diberikan kepada Universitas Pattimura, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan.

Prof. Ketut Buda Artana menjelaskan, teknologi AIS mampu mendukung pemantauan keselamatan pelayaran, perlindungan terumbu karang, lingkungan laut, hingga pengawasan instalasi di laut.

"Software tersebut bisa merekam kondisi bawah laut. Ya seperti GPS kalau di daratan. Biar gampang bolehlah diistilahkan "GPS laut". Sehingga kapal-kapal tidak sembarangan melempar jangkarnya karena semua yang di laut terekam. Perairan Nusa Penida (Selat Lombok) kan area sensitif, yang ingin dijaga invorecement-nya," ujar Prof Ketut Buda.

Ia menjelaskan, perairan Nusa Penida merupakan kawasan yang memiliki ekosistem sensitif, mulai dari terumbu karang hingga habitat ikan mola-mola, pari manta, dan berbagai biota laut yang rentan terhadap pencemaran.

"Software (AIS) itu juga bisa mengukur emisi karbon. Sehingga pas banget untuk menjaga lingkungan laut," pungkas Prof Ketut Buda.

Bupati Klungkung I Made Satria menyambut baik hibah tersebut karena dinilai akan memperkuat pengawasan wilayah laut di daerah kepulauan.

"Saya berterima kasih atas hibah dari ITS ini. Peralatan ini akan sangat membantu dalam menjaga lingkungan laut, karena daerah kami terdiri dari kepulauan," ujar Made Satria.

Keselamatan Maritim Jadi Prioritas

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengatakan keselamatan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan keselamatan manusia, tetapi juga berdampak terhadap keberlanjutan ekonomi, lingkungan, nelayan, hingga industri maritim.

“Tetapi juga mempengaruhi lingkungan laut, ekonomi, nelayan dan industri berbasis maritim,” ujarnya.

Ia menambahkan ITS terus mendukung MASTIC sebagai wadah kolaborasi akademik dan industri untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Indonesia.

“Kita telah menyaksikan beberapa insiden dan kecelakaan kapal yang telah terjadi dalam beberapa tahun kebelakang ini. Saya kira MASTIC memiliki peran yang penting untuk memberi masukan stakeholders dalam menekan tingkat kecelakaan maritime di Indonesia,” ujar dosen Teknik Mesin ITS tersebut.

Ketua Panitia MASTIC 2026, Dr. I Manik Sukanegara, menjelaskan konferensi tahun ini menerima sekitar 140 naskah ilmiah, namun hanya sekitar 100 paper yang lolos seleksi ketat untuk dipresentasikan.

“Konferensi ini menerima banyak usulan naskah publikasi dari calon pemakalah, namun setelah evaluasi yang sangat ketat, hanya sekitar 100 publikasi saja yang dipertimbangkan dapat dipresentasikan, dari sekitar 140 paper yang diusulkan,” ungkapnya.

Makalah yang dipresentasikan mencakup berbagai bidang, antara lain keselamatan maritim, transportasi dan logistik laut, big data maritim, robotika, energi terbarukan kelautan, teknik perkapalan, rekayasa lepas pantai, biologi laut, pariwisata bahari, hingga kebijakan maritim.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS, Dr. Dhimas Widhi Handani ST MSc, menegaskan MASTIC menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pengembangan industri maritim dengan upaya menjaga keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Selain seminar dan workshop, MASTIC 2026 juga diramaikan Student Poster Competition yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan menampilkan hasil riset mengenai teknologi kelautan, keselamatan operasional kapal, perlindungan wilayah laut, hingga inovasi teknologi maritim masa depan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami