Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Konflik Warga dan Pergeseran Budaya
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penglingsir (tokoh) Puri Agung Kesiman Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Wardana menyatakan, konflik antar warga yang kerap terjadi di Bali salah satunya disebabkan oleh pergeseran budaya.
"Konflik yang kerap terjadi saat ini merupakan bagian dari pergeseran budaya. Budaya masyarakat Bali yakni budaya saling menghargai, budaya jujur dan ramah, paras paros, sifat menyama braya, kini sudah mulai bergeser,"ujar Kusuma Wardana, di Nusa Penida, Sabtu (8/6/2013).
Kusuma Wardana mengaku enggan mengomentari konflik antara warga yang kerap terjadi di Bali belakangan ini.
"Saya sebenarnya enggan untuk komentar, apalagi saya tidak diminta untuk memediasi konflik yang muncul. Biar saja pihak-pihak yang bertikai agar sadar," ujarnya.
Konflik, kata Kusuma wardana, sebenarnya bisa diatasi dengan pendekatan budaya. Namun pendekatan budaya ini sekarang sudah mulai ditinggalkan.
"Budaya ini gampang menyebutnya, tapi susah untuk menjalankannya. Budaya itu berasal dari kata budi dan daya. Budi (kesadaran) ini sekarang sudah ditinggalkan, tinggal 'daya'nya saja, 'daya' yang ini artinya suka memperdaya, tenggang rasa sudah mulai pudar. Bedik-bedik mesiat (sedikit-sedikit berkelahi)," ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8245 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5700 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3560 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2407 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar