Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Korban Meninggal Rabies di Bali 95% Tak Tervaksinasi
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali menunjukkan dari sekitar 131 jumlah korban meninggal setelah tergigit anjing di Bali sejak November 2008, tercatat sekitar 95 persen diantaranya tidak mendapatkan vaksin anti rabies (VAR). Sisanya meninggal akibat tidak mendapatkan vaksin secara lengkap setelah mengalami gigitan anjing.
Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bali Ketut Subrata pada keteranganya di Denpasar, Senin (25/7) menyatakan secara rata-rata korban tidak mengetahui adanya penularan rabies sehingga tidak memeriksakan dirinya ke pusat-pusat kesehatan.
“Satu informasi yang belum dia dapatkan, jadi dia tidak paham kalau digigit anjing harus mendapatkan vaksinasi dan lain sebagainya, yang kedua mereka banyak menganggap ini masih ampah (menyepelekan/acuh). Kenapa ampah, karena ini digigit konyong (anjing) dulu tidak apa-apa,” kata Ketut Subrata.
Subrata menambahkan berdasarkan hasil uji laboratorium dari 131 korban meninggal setelah tergigit anjing di Bali, hanya 54 orang diantaranya dinyatakan positif rabies.
Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali saat ini jumlah kasus gigitan di Bali telah menurun mencapai 130 kasus perhari, padahal pada tahun lalu mencapai lebih dari 200 kasus perhari.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5534 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1156 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan