Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Kota Kuno Tersembunyi selama 2.000 Tahun Ditemukan di Dalam Hutan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sisa-sisa pemukiman suku Maya bersembunyi di dalam hutan hujan di Guatemala, telah ditemukan menggunakan teknologi laser.
Area tersebut meliputi area seluas 650 mil persegi melintasi wilayah Cekungan Karst Mirador-Calakmul, dekat perbatasan Meksiko.
Menurut para arkeolog, kota itu sudah ada 2.000 tahun lalu dan terdiri dari hampir 1.000 permukiman yang dihubungkan oleh jalan lintas sepanjang seratus mil.
Bangsa Maya akan menggunakan jalan lintas ini untuk bergerak di sekitar area tersebut. Tim juga menemukan sisa-sisa platform dan piramida.
Dilansir laman Metro.co.uk, Senin (16/1/2023). waduk dan kanal juga ditemukan, yang seharusnya digunakan untuk pengumpulan air.
Penelitian dilakukan menggunakan survei udara dengan teknologi LiDAR. Singkatnya, laser dipancarkan dari pesawat dan cahaya yang dipantulkan membentuk gambar lanskap.
Memotong dedaunan dan cuaca, LiDAR (deteksi dan jangkauan cahaya), memungkinkan para ilmuwan melihat lekukan dan jalur di tanah yang telah tersembunyi selama berabad-abad.
Studi ini menggunakan data Lidar udara untuk menunjukkan bagaimana masyarakat yang kompleks mengatur infrastruktur mereka untuk mencerminkan organisasi sosial-ekonomi dan kekuatan politik mereka, tulis para peneliti dalam studi tersebut, yang telah diterbitkan dalam jurnal Mesoamerika Kuno.
Pencitraan tersebut mampu memberi cahaya baru pada area tersebut – yang telah dipelajari di masa lalu untuk reruntuhan suku Maya.
Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemukiman Mesoamerika di sini jarang penduduknya, penelitian baru ini menunjukkan bahwa pemukiman tersebut padat.
Terlebih lagi, para peneliti menemukan bahwa beberapa pemukiman memiliki lapangan bola di sebelahnya – menunjukkan bahwa orang-orang kuno pernah bermain olahraga di sana.
Mereka juga percaya bahwa beberapa wilayah kota digunakan sebagai pusat politik, pekerjaan, atau rekreasi.
Gagasan menggunakan LiDAR untuk mengungkap lebih banyak pemukiman Maya terinspirasi oleh kesuksesan sebelumnya di Belize dan Kamboja.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4497 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1902 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun