Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Kremlin Membuat Impian Eropa Menjadi Kelam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia memberi sinyal bahwa Eropa akan mengalami krisis energi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena sikap Eropa yang mulai menolak sumber energi Rusia akibat langkah Moskow menyerang Ukraina.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, dengan situasi ini, Amerika Serikat (AS) akan menciptakan uang yang banyak sebagai pengganti Rusia yang menjadi eksportir energi ke Eropa. Hal ini, menurutnya, akan mendegradasi industri Benua Biru.
"Dan orang Eropa membayar mereka, dengan demikian menghilangkan daya saing ekonomi mereka. Produksi runtuh. Deindustrialisasi akan datang. Semua ini akan memiliki konsekuensi yang sangat, sangat menyedihkan bagi benua Eropa selama mungkin, setidaknya, 10-20 tahun ke depan," kata Peskov mengutip Russia Today, diberitakan (30/10/2022).
Peskov menekankan bahwa di masa lalu, hubungan Eropa dan Rusia memiliki unsur timbal balik yang seimbang dan menguntungkan. Namun kali ini Eropa seakan-akan terus menjauh dari Moskow dan akhirnya menghasilkan situasi krisis seperti saat ini.
"Amerika menjual gas dengan harga 'tiga atau bahkan empat' kali lebih tinggi dari gas Rusia. Orang Eropa membuat ekonomi mereka kurang kompetitif karena mereka membayar uang tersebut kepada pemasok AS," tambah Peskov.
Harga gas di Eropa melonjak awal tahun ini setelah Rusia meluncurkan serangan militer di Ukraina pada akhir Februari. Setelah Uni Eropa dan negara-negara Barat, di luar blok tersebut, memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Moskow, harga gas mencapai rekor tertinggi, yang menyebabkan inflasi tinggi yang meluas di benua itu.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo memperingatkan bahwa benua itu mungkin akan segera menghadapi pengurangan signifikan dalam aktivitas industri dan kerusuhan sosial jika tidak ada yang dilakukan untuk menurunkan harga energi.
Di sisi lain, AS sekarang mengirimkan lebih banyak gas alam ke UE daripada Rusia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun dengan harga yang lebih mahal.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2183 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2044 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1514 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1401 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli