Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Kronologi Bentrokan Mahasiswa Papua yang Hendak Demo dengan Desa Adat Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belasan mahasiswa Papua yang akan berdemo mendapat rintangan anggota Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali pimpinan Gus Yadi dan pihak Desa Adat Renon, pada Rabu 16 November 2022.
Keributan akhirnya tak dapat dihindarkan. Dua kelompok tersebut saling serang dan pukul dengan tangan kosong hingga kayu yang semula digunakan untuk membawa spanduk.
Insiden bentrok itu terjadi di depan Asrama Putra Papua (Aspura), Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 52, Banjar Tengah, Desa Renon, Denpasar Selatan.
Informasi menyebutkan, pagi itu Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) atau Orang Asli Papua (OAP) KK Bali yang berjumlah belasan orang hendak menggelar demo di Renon.
Rencana aksi demo itu mendapat respon dari anggota TNI Polri serta aparat desa seperti pecalang. Tidak hanya itu anggota ormas dari PGN juga turut memantau.
"Aparat dari Polri, TNI, ormas PGN hingga aparat Desa seperti Pecalang melakukan monitoring atau memantau ke Aspura sekitar pukul 07.00 WITA, ujar sumber.
Sekitar pukul 08.30 WITA, terlihat empat orang AMP/OAP memasuki asrama tersebut. Sekitar 15 menit kemudian, kelompok yang berisi sekitar 23 orang tersebut melaksanakan konsolidasi persiapan aksi. Sembari konsolidasi, mereka menyetel musik dengan volume keras.
Tak lama berselang sekira pukul 09.25 WITA, belasan mahasiswa Papua keluar dari Aspura dengan membawa famplet dan spanduk. Tapi belum jauh keluar dari Aspura, langkah mahasiswa ini pun dihadang.
"Mereka dihadang dari Ormas PGN Bali pimpinan Gus Yadi dan pihak Desa Adat Renon yang coba mengamankan daerahnya," ungkap sumber.
Dalam penghadangan itu terjadi cekcok mulut. Pihak penghadang minta agar aksi demo dihentikan namun mahasiswa menolak. Mahasiswa diminta untuk mundur dan kembali ke aspura sambil berupaya saling dorong.
Insiden saling dorong itu akhirnya pecah. Kedua kubu terlihat saling dorong, saling pukul menggunakan tangan dan tongkat kayu, dan disertai lempar-lemparan benda.
Belasan mahasiswa berhasil dipukul mundur atau tepatnya didorong masuk ke dalam Aspura. Mahasiswa yang sudah masuk ke dalam aspura terlihat masih senang, mereka teriak-teriak layaknya mau perang. Sementara pihak ormas dan aparat desa menunggu di luar.
Bentrokan tersebut berhasil diredam oleh pihak TNI dan Polri. "Setengah jam selanjutnya, situasi melandai dan massa aksi tetap berada di dalam Aspura," tambah sumber.
Bahkan mereka terpantau melakukan live streaming melalui medsos Facebook dengan Akun Aliansi Mahasiswa Papua KK Bali.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dihubungi belum memberikan komentar apapun terkait kejadian bentrok itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8265 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5716 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3569 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2416 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar