Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Lagi, Warga Tegalcangkring Nglurug Gedung Dewan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah berulangkali mendatangi DPRD Jembrana, sejumlah warga Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo kembali nglurug gedung wakil rakyat tersebut guna mempertanyakan perubahan status Tegalcangkring dari desa menjadi kelurahan, Kamis (9/10).
Kehadiran warga Tegalcangkring yang diwakili oleh Putu Darmada, Ketut Sukirta dan 3 temannya diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Putu Dwita beserta wakilnya Ketut Subadi. Menurut mereka dengan perubahan status tersebut situasi di Tegalcangkring menjadi tidak nyaman lagi pasalnya mereka menganggap perubahan status ini tidak memenuhi ketentuan dan ada unsur pemaksaan.
"Dari awalnya saja sudah bermasalah dengan adanya indikasi pemalsuan tanda tangan. Ini kan sudah menyalahi aturan dan sudah mengarahkan ke kriminal, " tandas Sukirta.
Sukirta dan Darmada mengancam jika hal ini tidak ditindaklanjuti mereka akan mendatangi gedung dewan dengan membawa massa yang lebih banyak.
"Kami berharap masalah ini agar ditindaklanjuti sehingga status kelurahan kembali berubah menjadi desa," harap Sukirta.
Sementara itu, Putu Dwita mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini. "Aspirasinya akan kami segera tindaklanjuti," katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan