Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lelang "Merchandise" Pembalap MotoGP Terkendala Sertifikasi
BERITABALI.COM, NTB.
Merchandise para pembalap MotoGP yang berlaga di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Maret 2022 lalu yang rencananya dilelang untuk aksi amal hingga kini belum terealisasi.
Urusan sertifikasi barang yang belum terselesaikan serta belum dapat menentukan momentum yang tepat disebutkan menjadi kendalanya.
Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Hendra Zulkarnain mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk menjual merchandise menjelang perhelatan World Superbike (WSBK) pada November 2023 mendatang.
"Hal tersebut dilakukan agar tren WSBK makin meningkat, perhatian masyarakat luas makin naik,” ungkap Hendra, Jumat (29/7).
Selain ingin meningkatkan tren WSBK, Hendra mengaku hendak membukakan peluang bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar makin berjaya ketika dilibatkan dalam acara pelelangan merchandise pembalap MotoGP.
“Mengenai ekspektasi harga yang bakal ditetapkan, kami masih belum dapat menentukan. Karena, kami tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi,” terang Hendra.
Menurut Hendra, Merchandise dari para pembalap MotoGP sebaiknya disimpan terlebih dahulu. Apabila bertemu dengan kolektor yang tepat, harga dari barang-barang tersebut dapat meningkat secara drastis.
Kendala dalam pelelangan merchandise para pembalap adalah sertifikat yang harus dimiliki oleh setiap barang. Selain itu, Hendra beserta tim tengah berupaya untuk menjual merchandise tersebut pada momentum yang tepat.
“Pasalnya, selain keramahan masyarakat, kami ingin mempromosikan mengenai semangat solidaritas, kepedulian, gotong royong, yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia,” papar Hendra.
Pada gelaran MotoGP lalu, banyak pihak mengetahui bahwa Marquez, Vinalez dan pembalap yang lain telah berfoto bersama masyarakat Lombok. Secara tidak langsung, keramahtamahan masyarakat pasti akan terpublikasi. Pada momentum pelelangan merchandise, Hendra ingin membeberkan mengenai semangat Pancasila dari Indonesia.
“Semangat Pancasila adalah hal yang paling ingin kami tonjolkan. Kami mencari momentum yang tepat agar efek dari publikasi pelelangan dapat maksimal,” pungkas Hendra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3108 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun