Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Makan Mi Ayam, Pria Temukan Kecoa di Mangkuk
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beredar curhatan seorang pria yang telah viral di media sosial. Ia bercerita tentang pengalamannya makan salah satu mi ayam yang terkenal.
Curhatan itu diunggah pada Senin (20/12/2021) di TikTok. Ia dan seorang teman jalan-jalan ke Yogyakarta hingga pada akhirnya makan di warung mi ayam.
"Sharing cobain makanan terkenal. Jangan lupa cek kebersihannya ya guys," tulisnya sebagai keterangan unggahan.
Menemukan kecoa di mangkuk mi ayam
Dalam video tersebut, ia menceritakan pengalamannya saat jalan-jalan bersama seorang teman ke Yogyakarta.
"Gua berdua beberapa minggu lalu sempat jalan-jalan ke Yogyakarta untuk cari kulineran sama healing lah," ujarnya.
Setelah mencari tempat makanan yang terkenal di Yogyakarta, mereka akhirnya menemukan tempat makan mi ayam yang cukup terkenal.
Menurut ceritanya, ia dan temannya memesan mi ayam ceker sesuai dengan yang direkomendasikan oleh orang-orang di internet.
Pada awal makan mereka tidak menemukan keanehan. Mereka makan seperti biasa hingga mi ayam hampir habis.
"Awal makan sih sebenarnya nggak ada yang aneh-aneh ya dan gua porsinya udah hampir mau habis dan dia udah habis setengah," lanjutnya.
Namun, saat di tengah-tengah makan tiba-tiba temannya berteriak dan menutup mata.
"Pas dia lagi makan tiba-tiba dia teriak dan nutup matanya. Gua pikir dia kelilipan saos atau ketumpahan kuah dong," lanjutnya.
Saat ditanya, temannya hanya menunjuk ke arah mangkuk mi ayam. Setelah dilihat, ternyata ada seekor kecoa yang ada di mangkuk.
Melihat ada kecoa di mangkuk temannya, pria itu kemudian syok. Temannya pun langsung keluar dan muntah.
"Otomatis gue syok walaupun bukan di mangkuk gua seenggaknya itu udah kecampur nggak sih," lanjutnya.
Setelah temannya memuntahkan isi perutnya di luar, pria tersebut mencoba komplain ke penjual mi ayam tersebut.
"Otomatis gua juga komplain ke si penjualnya. Gua bilang, mas tolong diperhatikan lagi kebersihannya. Makanan juga diperhatikan lagi karena di mangkuk teman saya ada kecoa," lanjutnya.
Namun, pria itu pun kecewa dengan respons penjual mi ayam tersebut.
"yang gue kecewain di sini adalah respons dari si penjualnya. Dia santainya cuma bilang, oh yaudah mangkuk yang satunya nggak usah dibayar," lanjutnya.
Setelah membayar mi ayam, ia pun langsung pergi dari tempat itu bersama temannya.
"Karena gua bukan tipe orang yang doyan marah-marah, gua cuma bayar dan gua tinggalin tempat itu," lanjutnya.
Pria itu lalu berpesan kepada publik untuk selalu hati-hati dan mengecek makanannya. Ia juga merasa trauma meski bukan ia yang mengalaminya.
Komentar warganet
Melihat curhatan pria tersebut, warganet pun lantas menuliskan beragam tanggapan mereka.
"Parah banget respon penjualnya kek gitu amat," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"mungkin karyawannya teledor, sangking ramenya, kemarin aku jajan ke sana, kebetulan numpang ke KM, dari depan ke belakang sampe KM juga bersih padahal," ujar warganet.
"kalo gw makan di luar lebih lama nyampur aduknya daripada makannya. karena takutnya kek gini," tulis warganet.
"aku sihh makasihh banget kalo ada orang orang yang ngeshare karna kita tuhh kalo buka bisnis harus amanah soal kebersihan pada produk yang dijual," sahut yang lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4640 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2447 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1703 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1136 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun