Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Makna Atraksi Pecut di Peringatan Puputan Badung ke-116
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penampilan atraksi pecut mengawali peringatan Puputan Badung ke-116 di Simpang MH Thamrin pada Selasa (20/9/2022).
Sebelas pemain pecut dari Sasana Pecut Badeng menampilkan atraksi senjata pecut (cambuk). Satu per satu pemain pecut memperlihatkan kelihaiannya memainkan pecut. Seperti membelah mentimun dengan pecut.
Ini merupakan kali pertama atraksi pecut badeng ditampilkan pada peringatan Puputan Badung. Penglingsir Puri Pemecutan sekaligus ketua panitia kegiatan, Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga menyebut dirinya ingin membangkitkan kembali budaya seni pecut Bali.
“Saya anggap sebagai suatu langkah awal (untuk membangkitkan pecut). Kok sekian tahun Puri (Pemecutan) sudah ada, kok baru sekarang saya berniat membuat pasukan pecut. Saya anggap itu alam berbicara,” tuturnya.
Ia menuturkan bahwa pecut memiliki makna sebagai pengendali. Karena penting bagi pemecut untuk mengendalikan diri dan lawan yang dihadapi.
Dari keinginan itulah Darmanuraga membentuk Sasana Pecut Badeng. Sebuah sanggar pelatihan pecut bagi anak-anak SD hingga dewasa yang berdiri sejak 7 bulan lalu. Nama Pecut Badeng yang berarti cambuk hitam lahir dari kata "Badung”. Melambangkan Kerajaan Badung tempat pecut dulu digunakan sebagai senjata.
Dari nama tersebut juga, warna kebesaran hitam selalu menjadi identitas bagi Sasana Pecut Badeng dan Puri Pemecutan.
Warna hitam tersebut merupakan lambang dari tanah hitam yang ada di sekitar area Pemecutan, yang kemudian dari kata 'badeng' menjadi cikal bakal nama Kerajaan Badung.
Begitu juga saat tampil dalam atraksi tersebut, para pemecut tampil dengan kemeja, kamen, dan udeng hitam disertai saput berwarna tridatu (merah, putih, hitam) serta lengkap dengan pecut berwarna hitam.
Pelatih pecut profesional di Sasana Pecut Badeng, Alamsyah menjelaskan bahwa dirinya aktif dalam dunia cambuk profesional berterima kasih karena telah diajak bekerjasama dengan Puri Pemecutan untuk membentuk Sasana Pecut Badeng.
“Misi saya adalah untuk menghidupkan pecut seluruh Indonesia dan harus dimulai dari Bali. Karena menurut sejarah, pecut itu awalnya di Bali dari Patih Kebo Iwa barulah berkembang di Jawa,” ujar Alamsyah.
Dalam upaya tersebut, Alamsyah juga akan menggelar kejuaraan terbuka cambuk Indonesia pada Bulan Oktober nanti.
Aksi pecut yang ditampilkan dalam festival peringatan Puputan Badung tersebut mendapat sambutan yang antusias dari penonton. Sekaligus mengawali rangkaian festival tersebut. Dalam festival peringatan tersebut juga hadir Wali Kota Denpasar, IGN Jayanegara.(sumber:Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8295 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5733 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3583 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar