Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Mematikan Prestasi dan Kreatifitas Siswa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wacana sekolah gratis yang didengungkan Pemerintah Pusat melalui Bantuan Operasional Sekolah atau BOS nampaknya akan memberikan dampak yang sangat besar, bahkan ada kekhawatiran nantinya akan mematikan prestasi serta kemampuan siswa.
Sekolah gratis untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun ditingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Pertama disambut positif sejumlah warga, namun dibalik wacana sekolah gratis tersebut, lebih banyak akan memberikan imbas negative kepada sekolah, guru dan siswa itu sendiri.
“Wacana Sekolah Gratis di Buleleng menimbulkan keresahan para pengelola sekolah, sehingga diharapkan para pelaku pendidikan untuk tetap mengacu pada aturan yang ditetapkan untuk tidak terjerembab dalam masalah hukum, ini nanti kita akan kaji lagi,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng, I Gusti Ngurah Agung, Jumat (12/6) di Sekretariat Dewan Pendidikan Buleleng.
Diyakini wacana sekolah gratis akan mematikan kreatifitas warga sekolah lantaran terbentur dana, padahal dalam Undang-Undang telah diatur keterlibatan bersama-sama Pemerintah, Masyarakat dan Orang Tua dalam menyukseskan pendidikan.
"Semestinya ini harus dievaluasi lagi, sebab dalam undang -undang menyebutkan pendidikan harus melibatkan Pemerintah, Masyarakat dan Orang Tua, kalau semua gratis, kreartifitas dan prestasi akan tersendat dan mati,” papar Ngurah Agung.
Dari wacana Sekolah Gratis tersebut juga memunculkan adanya kekhawatiran menurunnya prestasi dan kemampuan siswa di Kabupaten Buleleng, sebab dalam berbagai hal akan terbentur dengan masalah biaya yang hanya mengandalkan dana BOS dalam berbagai kegiatan sekolah.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli