Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Membanggakan, Raih Juara Dunia, Desak Made Rita Lolos ke Olimpiade 2024 Paris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Atlet asal Buleleng, Bali Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing atau IFSC Climbing World Championships 2023 Bern, Switzerland.
Hal ini tentu menjadi kebanggan bagi Indonesia terutama Bali karena perempuan kelahiran Buleleng ini sukses membawa emas dari cabang olahraga panjat tebing speed putri.
Desak Made unggul dari lawannya asal Amerika Serikat dengan waktu 6,49 detik di final sebagaimana dilansir IFSC, Jumat (11/8/2023).
Sedangkan lawannya dari Amerika Serikat, Emma Hunt hanya mampu menorehkan catatan waktu 6,67 detik. Emas di ajang ini menjadi koleksi emas pertama Desak Made sepanjang keikutsertaannya di kejuaraan IFSC.
Setelah menjadi juara dunia di speed putri, ia pun dipastikan mendapat tiket ke Olimpiade 2024 mendatang. Kemenangan Desak Made Rita ini pun juga menjadi kebanggan bagi banyak orang terutama rekan-rekannya.
Terpantau di akun Instagram @ desakmaderita01 ia mendapatkan hujan selamat dari followersnya. Desak Made juga mengunggah fotonya saat menjalani kompetisi dan mengucap terima kasih.
Ia mengunggah beberapa foto diantaranya saat berada di tempat kompetisi, nomor punggungnya 284 dan kebersamaan dengan kawan-kawannya. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4392 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1682 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1490 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 978 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun