Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Menikmati Pesona Tanah Lot dan Ular Suci
BERITABALI.COM, TABANAN.
Obyek wisata Pura Tanah Lot, Bali telah dikenal seluruh dunia menawarkan keindahan alam untuk menikmati matahari terbenam. Dibalik keindahannya tersimpan sebuah legenda ular suci yang diyakini masyarakat sekitar sebagai penjaga Pura Luhur Tanah Lot.
Ular yang ada di areal Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Tanah Lot merupakan jenis ular laut memiliki ciri berekor pipih, berwarna hitam putih melingkar. Secara ilmiah ular ini memiliki racun tiga kali dari ular kobra, tetapi keganasan ular ini seakan sirna ketika dipajang dipinggir gua batu karang ditemani penjaga ( pawang ular ) yang tiap saat memandu wisatawan untuk memegangnya. Pengunjung cukup membayar secara sukarelawa pada sebuah kotak yang telah disiapkan.
“Ini ular penjaga pura, jangan takut kalau mau pegang tidak apa – apa. Ia jinak dan selalu berdiam diri sembari saya tunggui. Kelihatannya saja ular, ini sebenarnya sabuk dari Danghyang Niratha, Jadi gak usah khawatir “, ujar Wayan Ruyi penjaga setempat. Danghyang Nirartha merupakan tokoh legenda keturunan Brahmana yang membangun beberapa pura Sad Kahyangan pada abad itu.
Hingga sekarang, keberadaan beberapa ular suci jumlahnya bisa tidak menentu, kadang bisa mencapai empat ekor yang tersebar dibalik celah batu karang. Bahkan bisa satu pun tidak menampakkan wujudnya di permukaan. Untuk sebagai pajangan mereka telah menyiapkan lobang khusus dari pasir.
“Jumlahnya dalam tiap hari tidak bisa dipastikan. Begitu juga ukuran dan panjang ular, sering tidak jelas, ada yang sampai panjangnya satu setengah meter. Kadang wisatawan banyak yang kecewa, karena satu pun ular tidak ada yang muncul di lobang“, sambung Made Ruyi.
Selama ini, ular – ular tersebut belum pernah menyerang para pengunjung yang menyentuhnya langsung. Siapa saja bisa menyentuhnya dengan memperlakukan secara wajar dan tidak berlebihan karena ular tersebut sangat disakralkan. Kepercayaan lain juga masih berlaku hingga sekarang. Siapa pun bisa memohon sesuatu dari ular tersebut. Cukup dengan cara menyentuh atau mengelus – elus sambil berdoa dalam hati agar apa pun yang diinginkan atau dimohon bisa terkabulkan. Semua tergantung dari mereka yang percaya atau tidak.
“Kalau mau berdoa bisa, apa pun keinginan cukup diucapkan dalam hati sambil pegang ularnya. Kalau takut, saya yang pegang kepalanya. Banyak yang berhasil berdoa disini “ , jelas Wayan Kandra, penjaga lain yang juga sebagai seorang pemangku di pura tersebut.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1351 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1034 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 874 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 778 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik