Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Merpati 'Mata-Mata' China Akhirnya Dilepas Polisi India Usai Dikurung
beritabali.com/cnnindonesia.com/Merpati 'Mata-Mata' China Akhirnya Dilepas Polisi India Usai Dikurung
BERITABALI.COM, DUNIA.
Polisi India akhirnya melepas seekor burung merpati yang diduga menjadi mata-mata China setelah menahan hewan tersebut selama 8 bulan.
Pembebasan merpati itu merupakan hasil upaya kelompok aktivis hak-hak hewan, PETA.
"Setelah mengetahui bahwa seekor merpati ditahan di Rumah Sakit Hewan ai Sakarbai Dinshaw Petit (BSDPHA) di Parel sebagai properti kasus selama delapan bulan, PETA India pun mulai bertindak untuk mengamankan kebebasan burung tersebut," demikian pernyataan PETA, seperti dikutip CNN.
Burung ini pertama kali ditangkap pada Mei tahun lalu saat ditemukan di Mumbai. Ada pesan yang tertulis di dalam surat yang ditemukan di sayap merpati, diduga berbahasa China.
"Temuan ini pun memicu kecurigaan mengenai tindakan mata-mata dan menyebabkan polisi menangkap burung tersebut," demikian keterangan PETA.
PETA India akhirnya mengontak kepolisian Mumbai untuk meminta agar burung merpati itu segera dibebaskan.
"Burung itu dilepaskan kemarin di rumah sakit oleh Kolonel (Purn) Dr B. B. Kulkarni, Kepala Inspektur Medis BSDPHA," lapor PETA.
Sejumlah media India sebelumnya melaporkan bahwa sang burung dipindahkan ke organisasi Masyarakat Bombay untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan. Burung ini kemudian dibebaskan pada Selasa (30/1).
CNN sudah menghubungi kepolisian Mumbai untuk meminta komentar. Namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditulis.
Kasus hewan yang dicurigai mata-mata semacam ini bukanlah hal baru. Pada 2016, seekor merpati juga pernah ditangkap setelah ditemukan membawa pesan berisi ancaman terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi.
Pada 2019, seekor Paus beluga putih yang dijuluki Hvaldimir juga pernah menjadi sorotan dunia setelah terlihat berenang mengenakan tali kekang yang dibuat secara khusus dengan tunggangan untuk membawa kamera.
Para ahli pun menduga paus itu kemungkinan telah dilatih oleh militer Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1072 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun