Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Minat Baca Rendah, Perpustakaan Karangasem Genjot Literasi Lewat Buku Langka dan Moling
beritabali/ist/Minat Baca Rendah, Perpustakaan Karangasem Genjot Literasi Lewat Buku Langka dan Moling.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Minat masyarakat Kabupaten Karangasem untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah masih tergolong rendah. Kondisi ini terlihat dari jumlah pengunjung harian yang sedikit, padahal perpustakaan tersebut memiliki ribuan koleksi buku, termasuk puluhan naskah kuno yang sudah dialihaksarakan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sudiatmika, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, rata-rata kunjungan masyarakat setiap hari hanya berkisar 25 hingga 50 orang.
“Ya, masih rendah sekali. Mungkin pengaruh perkembangan zaman digital. Masyarakat sudah bisa mengakses buku-buku yang disukai melalui smartphone. Sekarang semua bisa dicari lewat Google,” ujarnya.
Menurutnya, kemudahan akses digital membuat kunjungan fisik ke perpustakaan berkurang. Karena itu, pihaknya kini menyiapkan strategi untuk menggairahkan kembali budaya literasi masyarakat.
“Kedepan, kami akan menambah koleksi buku yang tidak tersedia di Google. Selain itu, sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya membaca juga akan kami genjot,” tambahnya.
Saat ini, Perpustakaan Daerah Karangasem memiliki 16.210 judul buku dengan total 26.000 eksemplar. Tak hanya itu, terdapat 61 naskah kuno yang telah dialihaksarakan, seperti usada, geguritan, kakawin, dan babad. Dari jumlah tersebut, 176 judul buku sudah didigitalisasi dengan total 325 eksemplar.
Dinas Perpustakaan juga menggencarkan program perpustakaan dengan mobil keliling (moling), yang saat ini difokuskan untuk menjangkau sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak dini.
Meski fasilitas dan koleksi terus ditingkatkan, tantangan terbesar masih terletak pada kebiasaan membaca masyarakat. Pemerintah berharap edukasi literasi sejak dini bisa menjadi kunci terbentuknya budaya baca yang kuat di masa depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 409 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 352 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang