Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Minat Baca Rendah, Perpustakaan Karangasem Genjot Literasi Lewat Buku Langka dan Moling
beritabali/ist/Minat Baca Rendah, Perpustakaan Karangasem Genjot Literasi Lewat Buku Langka dan Moling.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Minat masyarakat Kabupaten Karangasem untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah masih tergolong rendah. Kondisi ini terlihat dari jumlah pengunjung harian yang sedikit, padahal perpustakaan tersebut memiliki ribuan koleksi buku, termasuk puluhan naskah kuno yang sudah dialihaksarakan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sudiatmika, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, rata-rata kunjungan masyarakat setiap hari hanya berkisar 25 hingga 50 orang.
“Ya, masih rendah sekali. Mungkin pengaruh perkembangan zaman digital. Masyarakat sudah bisa mengakses buku-buku yang disukai melalui smartphone. Sekarang semua bisa dicari lewat Google,” ujarnya.
Menurutnya, kemudahan akses digital membuat kunjungan fisik ke perpustakaan berkurang. Karena itu, pihaknya kini menyiapkan strategi untuk menggairahkan kembali budaya literasi masyarakat.
“Kedepan, kami akan menambah koleksi buku yang tidak tersedia di Google. Selain itu, sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya membaca juga akan kami genjot,” tambahnya.
Saat ini, Perpustakaan Daerah Karangasem memiliki 16.210 judul buku dengan total 26.000 eksemplar. Tak hanya itu, terdapat 61 naskah kuno yang telah dialihaksarakan, seperti usada, geguritan, kakawin, dan babad. Dari jumlah tersebut, 176 judul buku sudah didigitalisasi dengan total 325 eksemplar.
Dinas Perpustakaan juga menggencarkan program perpustakaan dengan mobil keliling (moling), yang saat ini difokuskan untuk menjangkau sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak dini.
Meski fasilitas dan koleksi terus ditingkatkan, tantangan terbesar masih terletak pada kebiasaan membaca masyarakat. Pemerintah berharap edukasi literasi sejak dini bisa menjadi kunci terbentuknya budaya baca yang kuat di masa depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun