Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Modus Tawarkan Pijat, Pelaku Sentuh Bagian Vital Hingga Cabuli Korban
BERITABALI.COM, NTB.
SH, 33 tahun, pria asal Desa Naru Kecamatan Woha Kabupaten Bima, diduga mencabuli seorang wanita inisial AM (55 tahun) asal Desa Sakuru Desa Monta Kabupaten Bima, Sabtu (19/12).
Setelah sebelumnya SH mengaku sebagai tukang pijat, dan menawarkan pijatan kaki pada korban AM. Pria 33 tahun tersebut mencabuli AM di Desa Naru Kecamatan Woha, sekitar pukul 11.30 WITA.
SH mengambil sekam di Gudang milik Ilyas (Bos Lia). SH berpura-pura atau modus sebagi tukang pijat kemudian menawarkan jasa untuk memijat kedua kaki AM.
"Terduga pelaku mengaku sebagai tukang pijat, padahal itu hanya modus. Tak lama, terduga pelaku cabuli korban di gudang milik Ilyas," ungkap Kapolres Bima melalui Kasat Reskrim, IPDA Adhar, S. Sos, Selasa (22/12).
Dijelaskan Adhar, berdasarkan laporan korban, kejadian bermula saat terduga pelaku mengambil sekam padi di gudang. Tiba-tiba datang pelaku SH menawarkan pijatan kedua kaki korban. Akhirnya korban mengiyakan penawaran pelaku.
"Makin lama tangan terduga pelaku semakin liar. Hingga menyentuh bagian vital milik korban. Karena merasa tidak nyaman, korban berusaha melawan dengan menepis tangan terduga pelaku," beber Adhar mengutip pengakuan korban.
Masih keterangan Korban, terduga pelaku tetap memegang kelamin korban hingga berhasil membuka baju dan sempat mengisap dada korban. Tak terima atas perlakuan terduga pelaku, korban langsung teriak.
"Akhirnya terduga pelaku menghindar dan melarikan diri ke rumahnya," ujar Kasat Reskrim Adhar.
Atas kejadian itu, lanjut Adhar, korban langsung mendatangi Polres Bima. Untuk melaporkan perbuatan terduga pelaku dan meminta agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami sudah menerima laporan aduan, bahkan mendatangi TKP. Setelah itu kami langsung mencari dan menangkap pelaku serta membawanya ke Polres Bima untuk diproses," cetusnya.
Pihaknya mengimbau kepada pihak keluarga korban, untuk tidak melakukan tindakan yang menimbulkan kerawanan Kamtibmas. Karena kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.
"Jangan main hakim sendiri serta percayakan semua pada pihak polisi," tandas Kasat Reskrim Adhar.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan