Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Mudik Lebaran Tak Berimbas pada Jumlah Penumpang Bus Mini
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Mudik Lebaran tahun ini diharapkan bisa membawa berkah bagi sopir angkutan umum baik angkutan desa maupun angkutan umum jurusan Denpasar-Gilimanuk.
Seperti diketahui, selama beberapa tahun terkahir ditambah adanya pandemi covid-19 kondisi perekonomian sangat sulit terlebih bagi para sopir angkutan umum di Jembrana.
Namun tahun ini dengan melonggarnya peraturan pemerintah terkait aturan mudik diharapkan membawa angin segar untuk sopir angkutan.
Tetapi kenyataan berbeda dari harapan, mereka mengaku masa angkutan lebaran tidak ada yang berbeda dari hari-hari biasanya. Kondisi penumpang angkutan umum tidak mengalami peningkatan yang berarti. Seperti yang diungkapkan sejumlah sopir angkutan umum di Terminal Penumpang Gilimanuk.
Salah satu sopir angkutan bus mini bernama Gede Arsana (57) Kamis (05/05/2022) mengeluhkan situasi penumpang saat mudik hingga arus balik setelah Idul Fitri sama sepinya seperti hari-hari biasanya sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.
"Masyarakat sekarang hampir semua telah memiliki sepeda motor dan mobil pribadi. Arsana mengakui hal tersebut sangat berpengaruh menjadi turunnya keinginan masyarakat menggunakan jasa angkutan umum selama ini," keluhnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 976 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 888 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 807 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 508 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 405 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun