Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Murka Kapal di Crimea Diserang, Rusia 'Cabut' dari Kesepakatan Gandum
beritabali.com/cnnindonesia.com/Murka Kapal di Crimea Diserang, Rusia 'Cabut' dari Kesepakatan Gandum
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menarik diri dari kesepakatan untuk menjamin ekspor gandum dari Ukraina pada Sabtu (29/10), setelah Negeri Beruang Merah menyalahkan negara tetangganya itu atas serangan terhadap kapal mereka di Crimea.
"Rusia menangguhkan keikutsertaan dalam penerapan kesepakatan ekspor produk agrikultur dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram, seperti dikutip AFP.
Tak lama setelah Rusia merilis pernyataan tersebut, Turki selaku mediator masalah ini menyatakan bahwa mereka belum diinformasikan terlebih dulu mengenai penangguhan itu.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, pun mendesak negara-negara lain untuk menekan Rusia agar mengakhiri "permainan kelaparan" ini.
"Saya mendesak semua negara untuk mendesak Rusia menghentikan permainan kelaparannya dan berkomitmen kembali memenuhi janjinya," kata Kuleba.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga menyebut keputusan Rusia itu merupakan "kemauan jelas Rusia untuk memicu kelaparan skala besar ke Afrika dan Asia."
"Hari ini saja, lebih dari dua juta ton makanan berada di laut. Ini berarti, akses ke makanan sudah memburuk bagi tujuh juta konsumen," ucapnya.
Juru bicara sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, pun ikut buka suara. Ia berharap semua pihak tak membuat situasi lebih buruk.
"Sangat penting bagi semua pihak untuk menahan diri dari segala tindakan yang dapat menghancurkan Inisiatif Gandum Laut Hitam yang merupakan upaya kemanusiaan yang sangat penting," tutur Dujarric.
Ekspor gandum dari Ukraina memang menjadi sorotan sejak Rusia memulai invasi pada Februari lalu. Presiden Joko Widodo juga mengangkat isu ini ketika bertemu dengan Zelensky dan Presiden Vladimir Putin di negara masing-masing.
Turki lantas berupaya menengahi hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk menjamin keamanan ekspor gandum dari Ukraina di tengah invasi Rusia.
Tenggat kesepakatan itu berakhir dalam waktu dekat. Awalnya, Ukraina masih menunggu sikap Rusia, tapi Moskow naik pitam karena serangan terhadap kapalnya di Crimea, hingga akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1974 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun