Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nakes Terpapar Covid-19, Tenaga Tracing di Kuta Utara Terbatas

Sabtu, 31 Juli 2021, 12:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Camat Kuta Utara, I Putu Eka Pramana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kecamatan Kuta Utara mencatat Per Kamis (29/7) lalu, jumlah kumulatif kasus Covid-19 mencapai 3.148 kasus.

Maka itu, penguatan tracing di sejumlah wilayah terus dilakukan, meski kekurangan tenaga tracing di lapangan karena beberapa terpapar covid-19, sehingga dilakukan isolasi.

Hal itu disampaikan, Camat Kuta Utara, I Putu Eka Pramana, saat dihubungi, Jumat (30/7) di Badung. “Dari tenaga puskesmas yang kami miliki, yang bertugas untuk tracing sebanyak 16 orang. Kemarin-kemarin kami sangat kewalahan melakukan tracing di masing-masing desa,” jelasnya.

Pihaknya pun berupaya melakukan langkah-langkah koodinasi dengan TNI-Polri dalam membantu tim di lapangan guna melakukan tracing. Termasuk, lanjutnya, melakukan pengangkutan orang terkonfirmasi poitif Covid-19 ke tempat isolasi terpusat. 

“Kami minta bantuan kepada TNI-Polri untuk membantu kami melakukan tracing dan pengangkutan ke isolasi terpusat. Terutama polisi-polisi yang baru tamat itu. Namun jumlahnya kami belum tahu jelas, karena tergantung penugasan dari atasannya juga,” ucapnya.

Dalam melacak satu kasus, setidaknya 30 orang harus ditelusuri riwayat kontaknya. Kemudian dari 30 orang tersebut, minimal 10 orang yang kontak erat dilakukan tes untuk memastikan rantai penularan yang kemungkinan terjadi. Karena kekurangan tim tracing, tim yang ada pun harus bekerja ekstra. 

“Staf puskemas kami, paginya melakukan rapid tes antigen, setelah itu sorenya tambah lagi kerjanya untuk melakukan tracing apabila ada temuan kasus,” katanya.

Dari hasil tracing bila menemukan kasus terkonfirmasi positif, pihaknya langsung melakukan pendekatan-pendekatan agar yang terkonfirmasi positif ini mau diarahkan untuk menjalani isolasi terpusat. Meski diakui juga sering terjadi penolakan ketika diminta menjalani isolasi terpusat. 

Pihaknya pun tidak bisa terlalu memaksa, mengingat ada aturan yang memungkinkan seseorang untuk isolasi mandiri. 
“Untuk bisa isolasi mandiri pun kami cek apakah memenuhi syarat. Minimal kamar dan toiletnya tidak campur aduk dengan keluarga. Jika rumahnya tidak memadai untuk melakukan isoman, kami sarankan untuk terpusat. Karena lebih aman dan sudah disiapkan oksigen bila timbul gejala,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami